Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Desa Digital Makin Nyata, Pemkab Gorontalo Luncurkan KOPI-ST Berbasis QRIS

Nur Fadilah • Senin, 28 Juli 2025 | 10:46 WIB

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo,
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo,

GORONTALOPOST
– Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan langkah progresif dalam mendorong digitalisasi hingga ke pelosok desa.

Salah satu terobosan terbarunya adalah peluncuran program KOPI-ST (Koin Seribu Peduli Stunting) berbasis sistem pembayaran QRIS, yang resmi dikenalkan di Kecamatan Dungaliyo.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Gorontalo dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Tidak hanya berfokus pada transaksi non tunai bagi pelaku UMKM, inisiatif ini juga menyasar donasi sosial dan layanan masyarakat, termasuk pengemudi bentor yang kini mulai terbiasa menggunakan aplikasi pembayaran digital.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan bahwa upaya ini merupakan kelanjutan dari digitalisasi administrasi desa yang kini berkembang ke sektor ekonomi dan sosial. “Awalnya digitalisasi hanya untuk keperluan administrasi, sekarang QRIS digunakan juga untuk transaksi UMKM bahkan donasi sosial. Ini bukti bahwa desa juga bisa maju dengan teknologi,” tegasnya, Minggu (27/7).

Bupati Sofyan juga berkomitmen untuk mendata seluruh pelaku UMKM secara digital agar lebih mudah mendapatkan pembinaan dan penguatan kelembagaan dari pemerintah.

Peluncuran program KOPI-ST ini digelar bertepatan dengan Festival Apangi, sebuah kegiatan tahunan yang kini telah berkembang menjadi ajang berskala regional. Tak sekadar merayakan budaya dan dakwah, festival ini juga menjadi simbol transformasi digital dan penguatan program sosial di tingkat desa.

Camat Dungaliyo, Ronal Ismail, menambahkan bahwa KOPI-ST adalah bentuk inovasi penggalangan dana berbasis QRIS untuk membantu penanganan stunting. Warga kini bisa berdonasi dengan mudah lewat QRIS yang tersedia di berbagai titik publik seperti toko, warung, dan fasilitas umum lainnya.

“Ini bukan sekadar program donasi, tetapi juga gerakan sosial berbasis teknologi yang mengajak masyarakat peduli pada isu stunting di lingkungan mereka,” ujar Ronal.

Dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan KB serta mendapat dukungan teknis dari Bank Indonesia dan BRI, Kecamatan Dungaliyo menjadi percontohan desa digital yang mengintegrasikan budaya, dakwah, ekonomi, dan aksi sosial dalam satu langkah transformasi.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #PEMKAB GORONTALO #UMKM