GORONTALOPOST— Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melontarkan tantangan unik sekaligus penuh makna bagi masyarakat di daerahnya: menggelar aksi donor darah secara rutin hingga mampu mengumpulkan seribu kantong darah setiap bulan.
Tantangan ini disampaikan Gusnar kepada para pengurus Ikatan Keluarga Alumni SMPP 56/SMAN 3 Gorontalo saat pertemuan di Gorontalo. Ia menilai, potensi alumni sekolah tersebut sangat besar untuk mewujudkan misi kemanusiaan ini.
"Saya menantang para pengurus alumni SMAN 3 Gorontalo untuk mengadakan bakti sosial donor darah yang bisa menghasilkan seribu kantong darah setiap bulan. Alumni SMPP 56 dan SMAN 3 jumlahnya banyak dan tersebar di seluruh Gorontalo, ini adalah kekuatan yang luar biasa," ujar Gusnar.
Menurutnya, donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Permintaan darah di Gorontalo terus meningkat dari waktu ke waktu, sementara stok darah sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Manajemen penyediaan darah sepenuhnya berada di bawah Palang Merah Indonesia (PMI). Tanpa partisipasi masyarakat, terutama dari komunitas dan organisasi besar seperti alumni sekolah, stok darah sulit tercukupi.
"Kantong darah tidak akan terisi jika tidak ada yang berdonor. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh alumni SMPP 56 dan SMAN 3 Gorontalo untuk turun tangan. Ini bukan hanya tantangan, tapi juga ajakan untuk menyelamatkan nyawa," tegasnya.
Gusnar juga memastikan, kampanye ini tidak hanya ditujukan untuk kalangan alumni, tetapi akan digalakkan ke seluruh elemen masyarakat dan organisasi di Gorontalo. Harapannya, target seribu kantong darah per bulan bisa menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Gubernur yakin Gorontalo bisa menjadi contoh daerah yang mandiri dalam pemenuhan stok darah, sekaligus membangun budaya peduli dan berbagi demi kemanusiaan.(antara)
Editor : Nur Fadilah