Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Jaga Kesehatan, Kadinkes Gorontalo Ajak Pasien Prolanis Patuh Minum Obat

Nur Fadilah • Senin, 11 Agustus 2025 | 10:13 WIB

Kadinkes Gorontalo imbau pasien prolanis patuh minum obat
Kadinkes Gorontalo imbau pasien prolanis patuh minum obat

GORONTALOPOST
-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa, mengimbau pasien program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis), khususnya penderita hipertensi, untuk disiplin mengonsumsi obat secara teratur.

Imbauan ini disampaikan usai ia menghadiri pemaparan hasil penelitian di Puskesmas Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Minggu (10/8).

Penelitian tersebut dilakukan oleh peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), Dewi Fortuna Ramadhanty Shamin dan Lorensiana Toding Padang, yang meneliti hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat anti hipertensi dan tekanan darah pada lansia.

Hasilnya cukup jelas: responden yang memiliki kepatuhan tinggi terhadap konsumsi obat tercatat memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol.

Dari 38 responden, sebanyak 47,4 persen tergolong patuh, 23,7 persen cukup patuh, dan 28,9 persen kurang patuh. Dari sisi kondisi kesehatan, mayoritas (68,4 persen) mengalami hipertensi ringan, 23,7 persen hipertensi sedang, dan 7,9 persen hipertensi berat.

“Semakin patuh lansia minum obat anti hipertensi, semakin rendah tekanan darahnya,” tegas Anang.

Ia menambahkan, hipertensi memang tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti stroke. “Sebanyak 95 persen penderita stroke memiliki riwayat hipertensi. Karena itu, kepatuhan minum obat sangat penting,” ujarnya.

Menurut Anang, rendahnya kepatuhan kerap terjadi pada penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Padahal, obat-obatan yang tersedia sudah terbukti efektif mengontrol tekanan darah sekaligus mengurangi risiko kematian dan biaya perawatan yang tinggi.

Ia berharap, hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi kepada pasien, khususnya lansia, agar rutin mengonsumsi obat dan menerapkan gaya hidup sehat. “Kerja sama antara puskesmas, tenaga PIDI, dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Dokter pembimbing PIDI, dr. Sofyawaty Hamzah, mengapresiasi penelitian ini karena langsung bisa diterapkan di pelayanan sehari-hari di puskesmas.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tibawa, Tantri Luawo, menilai program PIDI membawa dampak positif, baik dalam pelayanan medis maupun peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lapangan.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #Kadinkes