Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Meriah! Warga Binaan Lapas Pohuwato Rayakan HUT ke-80 RI dengan Lomba Tradisional Penuh Tawa

Nur Fadilah • Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:44 WIB

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato menggelar berbagai lomba tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato menggelar berbagai lomba tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

GORONTALOPOST
– Suasana meriah dan penuh gelak tawa mewarnai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato, Selasa (12/8), saat para warga binaan ikut serta dalam berbagai lomba tradisional untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Dari sepak bola dangdut yang kocak, balap karung yang seru, tarik tambang yang penuh tenaga, hingga lomba makan kerupuk dan kelereng sendok yang menguji konsentrasi semua dimainkan dengan semangat luar biasa. Ada pula bakiak panjang dan tusuk balon yang membuat para peserta tak henti-hentinya tertawa.

Kepala Lapas Pohuwato, Tristiantoro Adi Wibowo, menjelaskan bahwa perlombaan ini merupakan agenda tahunan yang selalu diupayakan untuk digelar.

 “Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, sportivitas, dan kebersamaan di antara warga binaan. Kami ingin mereka merasakan semangat kemerdekaan meski berada di balik tembok lapas,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah positif bagi warga binaan untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjaga semangat hidup.

 “Meskipun berada di dalam penjara, mereka tetap bisa merayakan kemerdekaan dengan penuh antusias,” tambahnya.

Heriyanto Baginda, salah satu warga binaan yang ikut berpartisipasi, mengaku momen ini membawanya kembali pada kenangan masa kecil.

 “Rasanya seperti kembali ke kampung saat 17 Agustus. Kami jadi kompak, saling mendukung, dan merasa gembira. Terima kasih kepada petugas yang sudah memfasilitasi,” ungkapnya.

Baginya, kemerdekaan tidak hanya dirayakan di lapangan terbuka atau pusat kota, tetapi bisa juga terasa di balik jeruji besi. Asalkan ada kebersamaan, rasa syukur, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, semangat kemerdekaan akan selalu hidup di hati.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
#HUT RI 17 Agustus 2025 #lapas pohuwato