GORONTALOPOST -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo tancap gas mempercepat proses pembebasan lahan Bandara Djalaluddin Tantu.
Langkah ini menjadi kunci mewujudkan mimpi besar warga Gorontalo: keberangkatan haji langsung dari tanah sendiri tanpa harus transit di luar daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menegaskan, percepatan ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan jamaah haji sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Kalau Bandara Djalaluddin sudah resmi jadi embarkasi dan debarkasi haji, jamaah dan keluarganya tak perlu lagi repot transit di Makassar. Ini akan menghemat waktu, biaya, dan tentu saja tenaga,” ujar Sugondo di Gorontalo, Kamis (14/8).
Sugondo menjelaskan, pembebasan lahan dengan luas tertentu menjadi syarat mutlak bagi pengembangan bandara. Ruang tambahan ini akan mempermudah pergerakan jamaah, memperluas fasilitas, dan meningkatkan kapasitas layanan.
Untuk mempercepat proses, Pemkab Gorontalo akan menggelar rapat koordinasi khusus dengan camat, pemerintah desa, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. “Semua pihak harus bergerak serentak, supaya target ini bisa tercapai secepat mungkin,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengungkapkan, penetapan embarkasi haji di Gorontalo memerlukan persetujuan dua kementerian: Kementerian Perhubungan yang menangani landasan pacu dan fasilitas bandara, serta Kementerian Agama yang mengatur penyelenggaraan ibadah haji.
Jika semua proses berjalan lancar, Bandara Djalaluddin akan menjadi pintu keberangkatan langsung ke tanah suci bagi jamaah haji Gorontalo sebuah capaian bersejarah yang dinantikan sejak lama oleh masyarakat.(antara)
Editor : Nur Fadilah