Gorontalopost, GORONTALO – Warga Gorontalo dihebohkan dengan beredarnya pamflet liar di media sosial dan jalanan kota.
Dalam pamflet tersebut, dua pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Muara Tirta, Maryam Monoarfa dan Adnan Manunu, dituding menggelapkan dana perusahaan hingga puluhan juta rupiah.
Baca Juga: BK DPRD Gorontalo Klarifikasi, Perselingkuhan Bukan Hal Biasa, Fikram : Etika Dewan Harus Dijaga
Pamflet itu bahkan menampilkan foto keduanya dengan narasi provokatif, seolah mereka tengah menjadi buronan kasus keuangan.
Menanggapi kabar tersebut, Adnan Manunu, yang menjabat sebagai Manager Umum dan Keuangan Perumda Muara Tirta, langsung membantah keras tuduhan itu.
“Saya tegaskan, tidak ada penggelapan dana perusahaan. Itu fitnah yang dimainkan pihak tertentu. Justru kami yang jadi korban,” ucap Adnan, Sabtu (20/9/2025).
Adnan menjelaskan, isu itu berawal dari pinjaman online (pinjol) pribadi yang dilakukan Maryam dengan nilai cukup besar.
Beberapa karyawan lain, termasuk petugas keamanan, disebut juga terjerat masalah serupa.
Ia menduga, pamflet tersebut sengaja disebarkan sebagai bentuk tekanan dari pihak pinjol
agar Maryam segera melunasi utangnya.
“Karena tidak berhasil menagih, mereka melancarkan fitnah dengan mengaitkan nama kami pada uang perusahaan.
Padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan keuangan Perumda,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Direktur Perumda Muara Tirta, Lucky Paudi. Ia menegaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan tetap aman.
“Ini murni masalah pribadi, bukan dana perusahaan. Tidak ada sepeser pun uang Perumda yang digelapkan,” tegas Lucky.
Manajemen pun berharap masyarakat tidak mudah termakan isu liar yang beredar. Adnan menutup klarifikasinya dengan nada tegas:
“Kami bukan pelaku, kami justru korban permainan pihak tak bertanggung jawab.” (Mail)
Editor : Azis Manansang