GORONTALOPOST -Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menggelar pertemuan penting dengan perwakilan Serikat Pekerja Mandiri Tolangohula di rumah jabatannya di Kota Gorontalo.
Para pekerja menyampaikan aspirasi dan kekhawatirannya soal masa depan kerja mereka di PT PG Tolangohula, setelah perusahaan menerima sanksi dari pemerintah provinsi.
Juru bicara gubernur, Alvian Mato, menjelaskan bahwa para pekerja merasa khawatir terhadap ancaman pencabutan izin perusahaan akibat penerapan harga beli tebu yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi ini bisa berdampak luas bagi ribuan pekerja dan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor ini.
Menanggapi keresahan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan pemerintah membuka ruang dialog terbuka antara masyarakat, petani, dan pihak perusahaan. Bahkan, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian telah turun tangan memediasi untuk mencari kesepakatan terkait harga tebu yang adil dan sesuai aturan.
“Masalah sudah mencapai titik temu. Sekarang tinggal menyelaraskan dan mematuhi ketentuan harga pokok penjualan dari pemerintah pusat. Saya yakin persoalan ini segera tuntas demi kepentingan bersama,” ungkap Alvian.
Gusnar pun menekankan pentingnya posisi masyarakat dan perusahaan yang sama-sama strategis demi pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah hadir sebagai penengah untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
“Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci menjaga keseimbangan dan kemajuan bersama,” tegasnya.
Pertemuan ini memperlihatkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menjaga kelangsungan pekerjaan dan stabilitas ekonomi masyarakat melalui dialog konstruktif dan penyelesaian masalah yang berkeadilan.(antara)
Editor : Nur Fadilah