GORONTALOPOST -Di tengah rutinitas dan tantangan hidup di dalam lembaga pemasyarakatan, sebuah momen penuh haru dan harapan terjadi di Lapas Kelas II A Gorontalo.
Rabu lalu, sebanyak 154 warga binaan, terdiri dari 117 narapidana dan 37 tahanan, mengikuti wisuda santri setelah berhasil menyelesaikan program pembinaan keagamaan yang digelar lembaga tersebut.
Kegiatan ini bukan hanya simbol keberhasilan pendidikan agama, melainkan juga cerminan transformasi moral yang diupayakan secara serius di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Sulistyo Wibowo menyampaikan bahwa wisuda ini adalah puncak dari program pembinaan keagamaan yang terus berlangsung sebagai upaya membangun karakter dan spiritualitas warga binaan. “Ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting yang menjadi landasan moral mereka setelah masa tahanan,” ujarnya. Program pembinaan ini menggabungkan harmoni antara pembinaan mental, spiritual, dan kemandirian untuk mempersiapkan narapidana menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif.
Keyakinan Sulistyo bahwa perubahan sejati bermula dari hati dan pola pikir menjadi fondasi utama dalam kegiatan ini. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan menjadi fokus yang tak kalah penting dibandingkan dengan keterampilan kerja.
Pendekatan holistik seperti ini juga didukung oleh sinergi dengan Kementerian Agama, pondok pesantren mitra, dan para ustad yang konsisten membimbing warga binaan.
Peserta wisuda, Alfian, mewakili rasa syukur banyak narapidana lain atas kesempatan mengikuti program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pembelajaran selama ini menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan semangat memperbaiki diri. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka bisa menjalani kehidupan dengan bekal spiritual yang kuat dan menjadi contoh kebaikan.
Kegiatan seperti ini tidak hanya memperlihatkan pentingnya pembinaan spiritual sebagai bagian dari rehabilitasi, tetapi juga memberi harapan baru bagi warga binaan untuk mengubah masa depan mereka. Transformasi moral dan spiritual yang diperoleh selama masa tahanan diharapkan mampu mendorong mereka menjadi pribadi yang bermanfaat dan berkontribusi positif bagi masyarakat.(antara)
Editor : Nur Fadilah