Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Jelang Nataru, BBPOM Gorontalo Temukan Ratusan Pangan Rusak dan Kedaluwarsa

Nur Fadilah • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:42 WIB


BBPOM Gorontalo lakukan pengawasan pangan jelang Natal
BBPOM Gorontalo lakukan pengawasan pangan jelang Natal

 

GORONTALOPOST -Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gorontalo memperketat pengawasan pangan di wilayah Kota Gorontalo.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat selama momentum peningkatan konsumsi tersebut.

Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Selasa.

Tim gabungan menyasar berbagai gudang pangan, ritel modern, hingga swalayan yang menjadi pusat distribusi bahan makanan.

Kepala BBPOM Gorontalo, Lintang Purba, mengatakan pengawasan difokuskan pada intensifikasi pangan, khususnya produk yang berpotensi mengalami kerusakan atau melewati masa kedaluwarsa. Dari hasil pemeriksaan, petugas mendatangi 18 sarana pangan dan distributor di lima kabupaten dan satu kota.

“Hasilnya, delapan sarana pangan tidak memenuhi syarat. Kami menemukan produk dengan kemasan rusak, penyok, terbuka, hingga sudah kedaluwarsa,” ujar Lintang.

Ia merinci, terdapat 30 buah produk dengan kondisi kemasan rusak serta 39 item pangan kedaluwarsa dengan total mencapai 917 buah. Temuan tersebut dinilai cukup signifikan dan berpotensi membahayakan konsumen jika tetap beredar di pasaran.

Seluruh pangan yang tidak memenuhi ketentuan itu langsung diamankan dan dimusnahkan oleh petugas. BBPOM juga memberikan peringatan kepada para pemilik usaha sebagai bentuk pembinaan sekaligus langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pemusnahan dilakukan untuk memastikan produk tersebut tidak dijual kembali dan tidak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya di pusat distribusi, pengawasan juga dilakukan di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Tim gabungan mengambil sampel jajanan pasar, ikan asin, dan tahu untuk diuji menggunakan mobil laboratorium keliling.

“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan formalin, boraks, maupun pewarna berbahaya,” kata Lintang.

BBPOM Gorontalo mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih pangan, memeriksa kondisi kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa, terutama menjelang Nataru. Pengawasan akan terus dilakukan guna menjamin pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #BBPOM Gorontalo