GORONTALOPOST -Pemenuhan gizi yang baik, seimbang, dan berkelanjutan bagi anak-anak menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan.
Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat mencanangkan Pekan Edukasi Gizi Serentak se-Provinsi Gorontalo dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Selasa, dan diikuti secara serentak oleh SMA/SMK dan sederajat di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo, khususnya sekolah sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Fondasi terpenting pembangunan SDM adalah gizi yang baik dan seimbang. Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Idah.
Menurutnya, pembangunan SDM unggul tidak bisa ditunda dan harus dimulai sejak usia dini. Pemenuhan gizi yang tepat menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, baik secara fisik maupun mental.
Melalui pencanangan Pekan Edukasi Gizi ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya menjadikan sekolah sebagai ruang strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Edukasi gizi tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin anak-anak terbiasa sarapan sehat, memilih makanan bergizi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah,” kata Idah.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar edukasi yang diberikan sejalan dengan upaya pemenuhan gizi peserta didik. Keberhasilan program tersebut, menurutnya, memerlukan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, sekolah, tenaga kesehatan, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.
Pada kesempatan itu, para siswa juga diwajibkan mengonsumsi tablet tambah darah sebagai langkah preventif dalam mencegah anemia, terutama pada remaja putri.
Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan jajaran turut meninjau sejumlah kelas. Menariknya, para orang tua murid dilibatkan secara langsung untuk mengajar dan berdiskusi bersama siswa mengenai pentingnya edukasi gizi.
“Keterlibatan orang tua sangat penting agar pemahaman tentang gizi tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Pekan Edukasi Gizi Serentak ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Gorontalo yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(antara)