Gorontalopost, LIMBOTO – Momentum Tarawih Keliling yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, di Masjid Al Muhajirin, Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Senin (23/02/2026),
Baca Juga: GARDU Prabowo Gorontalo Dukung Golkar Hearing Gubernur Gusnar Ismail, Soroti Dugaan Nepotisme
tak hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog langsung
antara pemerintah dan masyarakat, terutama terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang mulai dikeluhkan warga.
Dalam suasana penuh kekhusyukan Ramadan, Sugondo mengawali sambutannya
dengan mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa syukur atas kesempatan menjalani ibadah di bulan suci.
Ia menegaskan, kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial,
melainkan bagian dari upaya menjaga kedekatan emosional dan memastikan kondisi sosial tetap stabil hingga ke tingkat desa.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian budaya, Sugondo juga menyerahkan voucher insentif secara simbolis kepada para pemangku adat.
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi tokoh adat sebagai penjaga nilai dan tradisi lokal.
Namun, perhatian utama pemerintah kali ini tertuju pada persoalan kelangkaan gas elpiji.
Baca Juga: Pemkab Gorontalo Gandeng Telkom, Sugondo Makmur Percepat Program Satu Data dan Kabupaten Digital
Menyikapi laporan masyarakat, Sugondo langsung menyampaikan instruksi tegas dari pimpinan daerah agar persoalan tersebut segera ditangani.
“Bapak Bupati memberikan pesan tegas yang harus segera ditindaklanjuti. Saat ini masyarakat sangat butuh gas elpiji,
sementara laporan kelangkaan mulai masuk. Saya minta Camat segera turun tangan,” tegas Sugondo.
Tak hanya itu, ia juga memperingatkan pangkalan yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara tidak wajar,
termasuk menimbun atau menjual di atas harga resmi. Pemerintah, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
"Untuk pangkalan-pangkalan yang 'nakal', segera beri catatan dan tindak lanjuti. Jika terbukti melanggar, jangan ragu untuk mengusulkan pencabutan izin operasionalnya," pungkasnya.
Kegiatan Tarawih Keliling ini turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo, jajaran Dinas PPPA, Camat Tabongo, dan unsur Bagian Kesra Setda.
Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Melalui langkah cepat dan tegas ini, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan
dengan tenang tanpa dibayangi persoalan kebutuhan pokok, khususnya ketersediaan energi rumah tangga.(Mg-04)
Editor : Azis Manansang