Gorontalopost, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memacu persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.
Baca Juga: Dari 38 ke 94 Persen, DPRD Gorontalo Tunjukkan Lonjakan Tajam Indeks Antikorupsi
Event berskala nasional ini diproyeksikan menjadi momentum strategis
untuk mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat posisi Gorontalo di sektor pertanian dan perikanan.
Keseriusan itu terlihat saat Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain,
memimpin langsung rapat koordinasi lintas instansi di Aula Dinas Pertanian, Limboto, Selasa (24/2/2026).
Sejumlah OPD kunci dilibatkan, mulai dari Kominfo, PUPR, Perkim, Pertanian, Peternakan,
hingga Ketahanan Pangan, guna memastikan seluruh aspek teknis berjalan sesuai rencana.
Darwin menegaskan, kesuksesan PENAS tidak bisa ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan kekompakan semua pihak.
Menurutnya, ajang nasional ini merupakan kesempatan langka untuk menunjukkan kualitas dan inovasi yang dimiliki petani dan nelayan Gorontalo.
Baca Juga: Hadiri Refleksi Setahun Kepemimpinan Gubernur, Depprov Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini panggung besar bagi pelaku sektor pertanian
dan perikanan untuk memperkenalkan produk unggulan dan teknologi mereka.
Kami ingin dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ungkap Darwin.
Dalam rapat tersebut, panitia membahas detail kesiapan, mulai dari distribusi logistik, kesiapan infrastruktur utama,
hingga sistem pengamanan bagi peserta yang diperkirakan datang dari seluruh Indonesia.
Selain itu, strategi publikasi juga menjadi perhatian penting
agar gaung PENAS XVII mampu menjangkau publik nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Safwan Tahir Bano, memastikan dukungan penuh
dalam hal penyebaran informasi dan layanan teknologi
selama kegiatan berlangsung.
“Kami siap memastikan seluruh informasi terkait PENAS tersampaikan luas dan terbuka.
Berbagai platform komunikasi akan kami optimalkan agar masyarakat memahami nilai strategis kegiatan ini,” jelas Safwan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Kabupaten Gorontalo optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses.
PENAS XVII diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan nasional, tetapi juga menjadi jembatan
transfer inovasi yang mampu memperkuat daya saing petani dan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia.(Mh-04).
Editor : Azis Manansang