GORONTALOPOST -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memastikan kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dengan membuka Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan mulai H-13, atau sekitar 8 Maret 2026.
Pembukaan posko ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk menjamin perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama periode Hari Raya Idul Fitri.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, Rabu, mengatakan posko akan mulai beroperasi 13 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Posko Angkutan Lebaran mulai dibuka pada H-13 nanti, atau 13 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat 26 Februari 2026 di Kota Gorontalo, Lengkap dengan Jam Buka Puasa
Menurut Idah, kesiapan pembukaan posko telah dimatangkan melalui rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Gorontalo. Ia mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun demi menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.
Ia berharap momentum Idul Fitri, tradisi Hari Raya Ketupat pada H+7, hingga tradisi malam pasang lampu Tumbilotohepada H-3 dapat berjalan aman dan kondusif.
“Terima kasih atas kesiapan seluruh pihak. Mudah-mudahan kerja sama lintas sektor ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memastikan masyarakat Gorontalo yang mudik maupun arus balik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat,” kata Idah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartaboe, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa Pemprov telah menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait pengaturan transportasi darat, laut, dan udara selama periode Lebaran.
“Kami memastikan pelaksanaan angkutan lebaran berjalan aman, nyaman dan lancar, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dapat terhindar dari kendala serta hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sagita.
Posko angkutan Lebaran akan dibuka di seluruh simpul transportasi strategis, mulai dari bandara, pelabuhan hingga terminal darat, dan akan beroperasi sejak H-13 hingga 29 Maret 2026.
Dari sektor angkutan udara, pada 2025 tercatat terjadi lonjakan jumlah penumpang. Namun, maskapai yang melayani rute Gorontalo masih terbatas, yakni Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia, serta Susi Air yang melayani rute tertentu dengan kapasitas 12 kursi.
Sagita menjelaskan, penambahan penerbangan atau extra flight sangat bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai dan tingkat permintaan penumpang. Saat ini, tingkat keterisian kursi masih berada di bawah 70 persen sehingga belum semua maskapai beroperasi setiap hari.
Selain kesiapan armada dan personel di lapangan, pemerintah juga mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, kuota BBM mengalami penurunan, sementara kebutuhan diperkirakan meningkat saat arus mudik dan arus balik.
“Tentu kami pemerintah bersama pihak terkait akan terus berkoordinasi dengan BPH Migas untuk mengupayakan penambahan kuota atau setidaknya memastikan tidak terjadi pengurangan, demi menjaga kelancaran transportasi selama periode lebaran,” kata Sagita.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemprov Gorontalo optimistis pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya bersama keluarga.(antara)