GORONTALOPOST -Perayaan Cap Go Meh di Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, berlangsung meriah dan penuh makna.
Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo memadati kawasan vihara untuk menyaksikan rangkaian tradisi yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga sarat pesan kebersamaan dan toleransi.
Sejak sore hari, halaman vihara dipenuhi warga yang antusias mengikuti setiap prosesi. Perayaan Cap Go Meh yang menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek tersebut menghadirkan beragam atraksi budaya yang memukau. Dentuman musik tradisional berpadu dengan sorak sorai penonton, menciptakan suasana hangat dan penuh kegembiraan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, Rasyid Kamaru, mengatakan perayaan tersebut menjadi bukti nyata kerukunan antarumat beragama di daerah itu. Ia menilai keharmonisan yang terbangun selama ini harus terus dijaga sebagai modal utama menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi kuat dalam merawat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Gorontalo.
Sementara itu, Ketua TITD Tulus Harapan Kita, Lho Shio Kin, menegaskan pentingnya sikap saling menghormati dan beradaptasi dengan budaya lokal. Ia menyebut keberagaman justru menjadi kekuatan ketika setiap kelompok mampu hidup berdampingan dan menghargai kearifan setempat.
Perayaan Cap Go Meh di Gorontalo semakin semarak dengan atraksi barongsai yang lincah, arak-arakan tandu arca, hingga penampilan musik kokoo atau kentungan bambu khas Gorontalo yang berpadu harmonis dengan nuansa Tionghoa. Pertunjukan tanchi dan musik bambu turut menyedot perhatian warga yang memadati lokasi acara.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan budaya dan keagamaan, tetapi juga simbol kuat bahwa Gorontalo adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang perbedaan.(antara)
Editor : Nur Fadilah