Gorontalopost, LIMBOTO – Tradisi Malam Qunut yang digelar masyarakat Kecamatan Batudaa kembali meriah melalui Festival Gebyar Qunut 2026.
Baca Juga: Ekonomi Kabupaten Gorontalo Menguat, BPS Catat Pertumbuhan 5,35 Persen di Tahun 2025
Kegiatan budaya yang digelar setiap malam ke-16 Ramadan itu menjadi simbol kuat tradisi religius yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menilai tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi daerah.
Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan langkah strategis agar tradisi Malam Qunut
mendapatkan pengakuan resmi sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menggandeng Lembaga Bahasa Provinsi Gorontalo untuk mengurus proses pengakuan formal tradisi ini.
Menurutnya, legalitas tersebut penting agar tradisi Malam Qunut memiliki dasar yang kuat dalam upaya pelestarian budaya.
Sofyan juga mengakui bahwa festival ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi ciri khas masyarakat Batudaa setiap Ramadan.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mencari dukungan anggaran
agar kegiatan tersebut tetap dapat digelar secara konsisten setiap tahun.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Pemkab Boalemo Siapkan Rp28,9 Miliar untuk THR ASN dan ADD Desa
Acara yang berlangsung di Lapangan Porbat Batudaa, Desa Payungan itu turut dihadiri unsur pimpinan kecamatan,
Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi,serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat menjadikan momentum Malam Qunut
sebagai ajang memperkuat ibadah dan mempererat kebersamaan selama Ramadan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang