Gorontalopost, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama jajaran TNI dan Polri
memperkuat kesiapan pengamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Baca Juga: 22 Ribu Peserta BPJS di Boalemo Dinonaktifkan, Bupati Rum Pagau Minta Kades Bantu Verifikasi Data
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat
“Ketupat Otanaha 2026”yang digelar di halaman Kantor Bupati Gorontalo.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gorontalo Ki Ide Bagus Tri
dan dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam mengawal mobilitas masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Sebagai penanda dimulainya operasi, pimpinan apel melakukan penyematan pita tanda operasi
kepada perwakilan personel TNI, Polri, Satpol PP, serta petugas Dinas Perhubungan.
Prosesi tersebut mencerminkan komitmen bersama antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran.
Bupati Sofyan Puhi dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
Baca Juga: TPAKD Gorontalo Matangkan Strategi 2026, Akses Keuangan UMKM dan Desa Jadi Prioritas
Ia menilai kesiapsiagaan aparat menjadi faktor penting untuk memastikan para pemudik
yang masuk maupun melintasi wilayah Kabupaten Gorontalo dapat merasa aman dan nyaman.
“Pengamanan ini merupakan wujud komitmen bersama pemerintah dan aparat keamanan
untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri,” ungkap Sofyan Puhi.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo Ki Ide Bagus Tri menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Otanaha 2026 di wilayah Kabupaten Gorontalo melibatkan total 402 personel gabungan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 personel berasal dari kepolisian, yang diperkuat oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta Dinas Kesehatan.
Menurut Kapolres, operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Fokus utama kegiatan meliputi kesiapan personel, pengamanan jalur mudik,
serta memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung siap digunakan selama masa Lebaran.
Secara nasional, operasi ini digelar oleh Polri dengan melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.
Kehadiran ratusan personel di Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu mengantisipasi potensi kemacetan, menjaga ketertiban,
serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di titik-titik strategis jalur mudik.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang