GORONTALOPOST -Usai menjalani libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar aktivitas perdana yang sarat makna kebersamaan.
Momentum apel pagi yang dirangkaikan dengan halal bihalal menjadi titik awal untuk membangun kembali semangat kerja seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam arahannya mengajak seluruh pegawai menjadikan momen tersebut sebagai ruang untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kerja. Ia menekankan bahwa kebersihan hati pasca-Ramadhan menjadi fondasi penting dalam membangun kinerja yang lebih baik ke depan.
Apel yang berlangsung di halaman rumah jabatan gubernur itu dipimpin langsung oleh Gusnar sebagai inspektur upacara. Turut hadir Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie bersama jajaran pejabat dan pegawai dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam suasana hangat khas Lebaran, Gusnar bahkan menyelipkan ajakan reflektif kepada para peserta apel. Ia mengingatkan bahwa momen tersebut adalah kesempatan terbaik untuk saling membuka hati dan menghapus kesalahan yang mungkin pernah terjadi.
Lebih jauh, ia menilai kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo sejauh ini telah menunjukkan capaian yang cukup baik. Hal ini terlihat dari berbagai indikator makro ekonomi pembangunan yang bergerak progresif. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat aparatur berpuas diri.
Menurutnya, peningkatan kinerja harus terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kerja cepat dan tepat. Bekerja cepat, kata dia, tercermin dari hasil kerja yang tidak perlu berulang kali ditanyakan oleh atasan. Sementara bekerja tepat berarti memahami dan menjalankan setiap tugas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Pelajari dengan baik seluruh aturan yang ada, agar setiap langkah kerja tidak keluar dari koridor yang telah ditetapkan,” pesannya.
Apel perdana pasca-Lebaran ini juga diisi dengan ceramah agama dan doa yang disampaikan oleh Ustad Ruslan Demanto, menambah nuansa spiritual dalam kegiatan tersebut. Acara kemudian ditutup dengan silaturahmi dan salam-salaman antara gubernur, wakil gubernur, pimpinan OPD, dan seluruh pegawai.
Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi simbol awal kebangkitan semangat kerja yang baru dengan hati yang bersih, komitmen yang kuat, serta tekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gorontalo.(antara)
Editor : Nur Fadilah