GORONTALOPOST -Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, kabar menenangkan datang bagi masyarakat Gorontalo. Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan beras di daerah tersebut dalam kondisi aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan.
Kepala Bulog Gorontalo, La Ode Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang saat ini mencapai sekitar 4.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga kestabilan harga, terutama setelah momen Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan permintaan bahan pokok.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras aman dan harga dipastikan tetap stabil pasca Lebaran hingga beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada ketersediaan, Bulog juga aktif menjalankan program bantuan pangan sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga dan perlindungan masyarakat. Penyaluran bantuan terbaru telah dilakukan di wilayah Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mencakup alokasi untuk bulan Februari dan Maret 2026.
Program bantuan pangan ini menyasar sebanyak 172.076 keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Provinsi Gorontalo. Setiap keluarga menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng bantuan yang diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional kepada Bulog. Data penerima bantuan sendiri mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
La Ode Sulaiman menegaskan bahwa koordinasi dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, diharapkan distribusi pangan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan stok yang melimpah dan distribusi yang terarah, masyarakat Gorontalo kini dapat menjalani aktivitas pasca Lebaran dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran akan ketersediaan bahan pokok utama seperti beras.(antara)
Editor : Nur Fadilah