GORONTALOPOST -Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mulai menggencarkan budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui program dialog kinerja bersama seluruh aparatur.
Langkah ini menjadi upaya strategis untuk menyatukan visi dan mempercepat kinerja birokrasi dari tingkat atas hingga bawah.
Dialog perdana digelar di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dengan melibatkan seluruh pegawai.
Ke depan, agenda serupa akan dilakukan secara bergilir di setiap perangkat daerah guna memastikan kesamaan persepsi dalam menjalankan program pemerintahan.
Menurut Gusnar, penyamaan cara pandang merupakan hal krusial dalam birokrasi. Ia menegaskan bahwa perbedaan persepsi yang dibiarkan akan berdampak pada pelaksanaan program di lapangan. “Apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dipersepsikan pimpinan, harus sama hingga ke level paling bawah,” ujarnya.
Dalam arahannya, Gusnar menekankan pentingnya budaya kerja cepat dan tepat. Ia mengingatkan agar seluruh aparatur tidak menunda pekerjaan, melainkan fokus pada program prioritas yang bisa segera dieksekusi.
Bahkan, ia mencontohkan kesiapan menghadapi Pekan Nasional Petani dan Nelayan XIII yang masih dinilai belum maksimal di beberapa sektor.
“Jangan sampai saat ditanya, jawabannya masih ‘sementara’ atau ‘akan’. Itu artinya kita masih jauh dari kesiapan,” tegasnya.
Selain kecepatan kerja, Gusnar juga mendorong tumbuhnya inisiatif di semua level pegawai. Ia ingin setiap aparatur tidak hanya menunggu perintah, tetapi mampu memberikan gagasan dan solusi agar organisasi lebih dinamis dan responsif.
Menariknya, dialog tersebut juga membuka ruang aspirasi bagi pegawai. Salah satu isu yang mencuat adalah soal jam kerja. Lokasi kantor BKPSDM di Bone Bolango yang cukup jauh dari pusat kota menjadi kendala bagi sebagian pegawai. Mereka berharap adanya fleksibilitas jam masuk kerja, dengan skema kompensasi berupa penambahan jam kerja saat pulang.
Melalui dialog kinerja ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap tercipta budaya kerja yang lebih adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada hasil, sejalan dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan efektif.(antara)
Editor : Nur Fadilah