Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Harga Pangan Terkendali, Pasar Sentral Gorontalo Ramai Pembeli

Nur Fadilah • Kamis, 23 April 2026 | 08:20 WIB
Aktivitas pedagang rempah-rempah di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (21/4/2026). ANTARA/HO-Lifka Ismail
Aktivitas pedagang rempah-rempah di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (21/4/2026). ANTARA/HO-Lifka Ismail

 
GORONTALOPOST
-Harga sejumlah bahan pokok khususnya rempah-rempah di Pasar Sentral Kota Gorontalo terpantau relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membawa angin segar bagi masyarakat yang selama ini kerap dihadapkan pada fluktuasi harga pangan.

Salah satu pedagang, Asna Ibrahim, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit atau rica saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah tercatat Rp50 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, dan bawang merah kupas mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Menurut Asna, stabilnya harga tersebut dipengaruhi oleh kelancaran pasokan serta permintaan pasar yang cenderung normal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa harga tetap berpotensi berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi distribusi.

“Kalau pasokan lancar dan permintaan normal, harga biasanya stabil. Tapi tetap bisa berubah kalau ada kendala distribusi,” ujarnya.

Ia berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga, kata dia, sangat membantu terutama bagi rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Asna juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan distributor dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pangan ke daerah. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kestabilan harga di pasar tradisional.

Menurutnya, harga yang stabil juga berdampak pada tingkat kunjungan pembeli. Jika harga melonjak atau tidak menentu, daya beli masyarakat cenderung menurun dan pasar menjadi lebih sepi.

“Kalau harga naik turun cepat atau terlalu tinggi, pembeli bisa berkurang. Apalagi sekarang banyak yang jualan di pinggir jalan atau warung kecil di lingkungan warga,” tambahnya.

Dengan kondisi harga yang stabil saat ini, pedagang berharap aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap ramai dan mampu bersaing dengan alternatif belanja lainnya.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#bahan pangan #Gorontalo #harga stabil