GORONTALOPOST -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan terbaru terkait prospek cuaca nasional untuk periode 24 hingga 27 April 2026.
Hasil pemantauan dinamika atmosfer menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, termasuk Provinsi Gorontalo yang diperkirakan turut terdampak kondisi tersebut.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Pasalnya, peningkatan intensitas hujan juga berpotensi disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah.
BMKG mencatat, potensi cuaca ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Gorontalo, tetapi juga meluas ke berbagai daerah lain, mulai dari Pulau Sumatera (Aceh hingga Lampung), Pulau Jawa (Banten hingga Jawa Timur), hingga sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Dalam peringatan dini yang dirilis, BMKG menetapkan beberapa kategori kewaspadaan. Status siaga hujan sangat lebat difokuskan pada wilayah Papua Pegunungan. Sementara itu, masyarakat di Nusa Tenggara Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang.
Imbauan Penting untuk Keselamatan
Seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air hingga banjir rob, BMKG juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat.
Pengendara diingatkan untuk lebih berhati-hati saat berkendara karena jalan licin dan jarak pandang yang menurun saat hujan lebat. Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan rapuh yang berisiko tumbang akibat angin kencang atau sambaran petir.
Aktivitas luar ruangan seperti olahraga dan wisata juga sebaiknya dibatasi saat kondisi cuaca memburuk demi menjaga keselamatan.
BMKG turut mengingatkan masyarakat agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, maupun akun media sosial resmi mereka.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga diimbau untuk membersihkan saluran air di lingkungan sekitar guna meminimalkan risiko banjir akibat cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor : Nur Fadilah