Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Edukasi Lingkungan dengan Cara Unik, Sampah Ditukar Sembako di Gorontalo

Nur Fadilah • Selasa, 28 April 2026 | 10:33 WIB
Ketua Panitia sekaligus ketua Motoyungo Elen Said di Gorontalo dalam aksi tukar sampah dengan bahan makanan. ANTARA/HO-Agista Palaji
Ketua Panitia sekaligus ketua Motoyungo Elen Said di Gorontalo dalam aksi tukar sampah dengan bahan makanan. ANTARA/HO-Agista Palaji

 
GORONTALOPOST
-Gerakan peduli lingkungan di Gorontalo kini hadir dengan cara yang lebih inovatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Melalui aksi bersih pantai di Tamendao Beach, komunitas Motoyungo resmi memperkenalkan program unik: menukar sampah dengan bahan makanan.

Ketua Motoyungo, Elen Said, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan upaya nyata untuk mengedukasi masyarakat pesisir agar lebih bijak dalam mengelola sampah. Warga diajak memilah sampah, khususnya plastik, yang nantinya bisa ditukar dengan kebutuhan pangan.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Sampah bukan lagi sesuatu yang dibuang begitu saja, tapi bisa memberi manfaat langsung,” ujar Elen.

Program bertajuk “Beach Clean-up” ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Gorontalo. Sinergi tersebut terlihat dari kehadiran perwakilan instansi terkait yang menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.

Sebanyak 66 relawan, termasuk mahasiswa dan satu relawan asal Prancis, terlibat dalam aksi ini. Mereka membersihkan 12 zona sepanjang 400 meter di kawasan Tamendao Beach. Tak hanya di daratan, pembersihan juga dilakukan hingga ke dasar laut melalui aksi penyelaman (freedive) untuk mengangkat sampah plastik.

Elen mengaku, inisiatif ini berawal dari keluhan wisatawan mancanegara yang kerap menyoroti masalah sampah, meski keindahan alam bawah laut Gorontalo sangat memukau. Hal itulah yang mendorongnya membentuk Motoyungo sebagai wadah resmi yang fokus pada isu lingkungan sekaligus pariwisata.

Ke depan, program tukar sampah dengan bahan makanan dijadwalkan mulai berjalan pada Juni mendatang. Motoyungo berharap langkah ini bisa menjadi solusi ekonomi sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Kunci utamanya adalah edukasi. Kalau masyarakat sadar bahwa sampah punya nilai, mereka tidak akan lagi membuangnya sembarangan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga mendapat pengawalan dari berbagai unsur, seperti Polairud, Basarnas, TNI AL, serta Dinas Kelautan dan Perikanan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong, Motoyungo optimistis gerakan ini bisa menjadi awal perubahan besar di mana lingkungan terjaga, pariwisata berkembang, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #edukasi lingkungan