Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Libatkan Warga, Perubahan Dipercepat

Nur Fadilah • Kamis, 30 April 2026 | 10:00 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu (29/4/2026) meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga menengah di Provinsi Gorontalo.  ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu (29/4/2026) meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga menengah di Provinsi Gorontalo.  ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

 
GORONTALOPOST
-Program revitalisasi sekolah di Provinsi Gorontalo kini tak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghidupkan peran masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci percepatan perubahan di satuan pendidikan.

Lewat program ini, sekolah tidak hanya tampil lebih nyaman dan asri, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi antara pemerintah dan warga sekitar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan revitalisasi 30 sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA di Gorontalo.

 Ia menegaskan, langkah ini merupakan respons cepat terhadap persoalan klasik pendidikan, terutama kondisi sarana dan prasarana yang selama ini kurang memadai.

“Masih banyak sekolah dengan cat memudar, atap bocor, hingga ruang belajar yang tidak layak. Ini yang kami benahi secara bertahap dan masif,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Yang membedakan, revitalisasi kali ini menggunakan pendekatan swakelola. Sekolah diberi peran langsung dalam proses pembangunan, dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab, sementara masyarakat sekitar dilibatkan dalam pengadaan material hingga pengerjaan.

Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat proses sekaligus menumbuhkan rasa memiliki. Ketika masyarakat ikut terlibat, muncul tanggung jawab bersama untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Tak hanya menyasar wilayah perkotaan, program ini juga difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Gorontalo yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah pun menargetkan ribuan sekolah dapat direvitalisasi hingga tahun 2026, dengan dukungan yang terus diperluas.

Selain itu, pemerintah membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat didorong aktif melaporkan kondisi sekolah yang rusak, bahkan ikut berkontribusi dalam pemenuhan fasilitas tambahan.

Dengan konsep gotong royong ini, revitalisasi sekolah diharapkan tak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memperkuat kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#revitaisasi sekolah #Gorontalo