Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Krisis Teknis dan Kualitas, Program MBG di Gorontalo Alami Gangguan

Nur Fadilah • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:35 WIB
Suasana ruang pengemasan produk MBG di salah satu SPPG di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (5/5/2026). ANTARA/Zulkifli Polimengo
Suasana ruang pengemasan produk MBG di salah satu SPPG di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (5/5/2026). ANTARA/Zulkifli Polimengo

 
GORONTALOPOST
-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Gorontalo tengah memasuki fase evaluasi serius. Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung meninjau 11 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya pelajar.

Namun, alih-alih berjalan optimal, belasan unit tersebut justru harus dihentikan sementara. Koordinator Wilayah MBG Kota Gorontalo, Indah Febriani Ali, mengungkapkan bahwa keputusan pembekuan ini diambil karena sejumlah persoalan krusial yang tidak bisa diabaikan.

Masalah utama yang mencuat adalah belum tuntasnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di 10 dari 11 unit SPPG. Infrastruktur ini seharusnya menjadi standar penting dalam menjaga kebersihan dan keamanan proses produksi makanan. Sayangnya, hingga kini perbaikan belum rampung, membuat operasional belum bisa kembali dibuka.

Tak hanya itu, temuan lain yang cukup mengkhawatirkan juga muncul dari sisi kualitas makanan. Pada awal hingga akhir Ramadhan 2026, sejumlah sekolah melaporkan adanya makanan berjamur yang diterima siswa.

Investigasi menunjukkan bahwa insiden ini dipicu oleh lemahnya kontrol kualitas di tingkat SPPG, serta kurangnya koordinasi dalam proses pemesanan oleh pihak yayasan terkait.

Situasi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat Program MBG dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Evaluasi menyeluruh pun telah dilakukan, dan seluruh temuan di lapangan telah dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan untuk langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemberian sanksi.

Meski begitu, upaya menjaga keberlangsungan program tetap dilakukan. Saat ini, tiga unit SPPG baru telah beroperasi di Kota Gorontalo untuk memastikan distribusi makanan bergizi tidak sepenuhnya terhenti.

Ada secercah harapan. Jika proses perbaikan berjalan sesuai rencana, tiga unit dari yang dibekukan diproyeksikan dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Namun, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan program sosial tak hanya bergantung pada niat baik, tetapi juga pada kesiapan sistem, pengawasan ketat, dan komitmen menjaga kualitas di setiap lini.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #SPPG #Mbg