GORONTALOPOST -Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada triwulan I (Q1) 2026 mencatat lonjakan signifikan hingga 7,68 persen.
Angka ini bukan hanya melampaui rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir, tetapi juga menjadi yang tertinggi dalam periode tersebut, berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyambut capaian ini dengan penuh rasa syukur. Ia menilai lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan daerah berada di jalur yang tepat.
“Ini capaian yang menggembirakan. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita hanya berada di kisaran 4 hingga 5 persen. Kini, kita berhasil melesat hingga 7,68 persen,” ujarnya.
Menurutnya, hasil ini tidak datang secara tiba-tiba. Berbagai sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan konstruksi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan tersebut berasal dari sektor ekspor yang terus menunjukkan peningkatan.
Tak hanya itu, hampir seluruh lapangan usaha di Gorontalo juga mengalami pertumbuhan positif. Sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, hingga transportasi dan pergudangan menjadi motor penggerak tambahan yang memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Menariknya, capaian ini diraih di tengah keterbatasan anggaran daerah. Dengan APBD yang relatif kecil, sekitar Rp1,5 triliun, Gorontalo justru mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang.
“Dengan semangat, fokus, dan kolaborasi semua pihak, kita bisa terus mendorong pertumbuhan. Ini bukti bahwa kerja bersama memberikan hasil nyata,” tambahnya.
Optimisme pun menguat untuk triwulan berikutnya. Pemerintah Provinsi Gorontalo meyakini tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.
Sejumlah program strategis turut menjadi pendorong, seperti penguatan sektor pertambangan, pengembangan ekosistem pangan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Selain itu, momentum besar juga akan datang melalui penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni mendatang. Kegiatan ini diperkirakan akan menghadirkan sekitar 30 ribu peserta, mulai dari petani, nelayan, pelaku usaha, hingga aparatur pemerintah.
Dengan skala sebesar itu, perputaran ekonomi di Gorontalo diyakini akan semakin menggeliat. Aktivitas konsumsi, jasa, hingga perdagangan lokal diprediksi ikut terdongkrak, memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Jika tren ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Gorontalo akan menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan di kawasan timur Indonesia.(antara)
Editor : Nur Fadilah