GORONTALOPOST -Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menyiapkan program pangan murah bagi masyarakat.
Program yang digagas Bupati Sofyan Puhi itu akan dijalankan bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Gorontalo, Senin, Sofyan mengatakan program pangan murah tersebut dirancang menjangkau sekitar 68 ribu kelompok penerima manfaat.
Distribusinya akan dilakukan hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Menurutnya, pelaksanaan program kini tinggal menunggu kesiapan teknis dari Bulog dan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan dan agenda nasional yang akan berlangsung di Gorontalo.
“Distribusi pasokan makanan harus dipermudah supaya tidak mempengaruhi harga pasar,” ujar Sofyan.
Selain menghadirkan pangan murah, pemerintah daerah juga terus mengawasi ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi bahan pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga di pasaran sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Persiapan kebutuhan pangan juga menjadi perhatian serius menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XVII atau PENAS KTNA di Gorontalo.
Pemerintah daerah memastikan stok bahan pangan seperti beras, ikan, daging, dan berbagai komoditas lainnya tetap aman guna mendukung kelancaran kegiatan nasional tersebut.
Rapat TPID itu turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Pertamina, serta Bulog untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di daerah.
Sementara itu, menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Sofyan memastikan kondisi pasokan pangan di Kabupaten Gorontalo masih dalam keadaan aman. Meski harga sapi mengalami sedikit kenaikan akibat meningkatnya permintaan, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Pasokan daging kita lebih, walaupun harga sapi agak sedikit melonjak karena permintaan meningkat, tetapi kebutuhan masyarakat masih tersedia,” katanya.(antara)
Editor : Nur Fadilah