Gorontalopost, LIMBOTO – Harapan baru bagi petani Kabupaten Gorontalo mulai terbuka. Pemerintah daerah bersama Koperasi Infinity Alam Lestari
resmi meluncurkan Program Carbon Credit berbasis tanaman produktif yang menggabungkan keuntungan ekonomi dengan upaya pelestarian lingkungan.
Melalui program ini, masyarakat didorong memanfaatkan lahan yang selama ini tidak produktif untuk ditanami berbagai komoditas bernilai tinggi seperti aren, alpukat, durian, dan tanaman kayu.
Selain menghasilkan manfaat ekonomi, tanaman tersebut juga berperan menyerap karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Untuk memastikan petani tetap memperoleh pendapatan dalam jangka pendek, program ini turut memasukkan tanaman nilam sebagai komoditas pendamping.
Strategi tersebut dinilai mampu menjaga keberlanjutan ekonomi petani selama menunggu tanaman utama menghasilkan.
“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan konservasi lingkungan.
Dengan pola ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung sekaligus ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon,” kata Engeline Hennriette.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyebut kerja sama ini sebagai langkah awal menuju transformasi ekonomi hijau di daerah.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan masyarakat,
tetapi juga dari kemampuannya menjaga kelestarian alam dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang