Gorontalopost, LIMBOTO – Gemerlap Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menghadirkan inovasi pertanian, pameran teknologi, bazar UMKM, dan hiburan rakyat.
Di balik kemeriahan tersebut, masyarakat juga mendapatkan ruang untuk memperkuat nilai-nilai keimanan melalui kegiatan keagamaan.
Sabtu (20/6/2026), Bank Indonesia kembali menghadirkan dai nasional Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustaz Solmed di Masjid Agung Baiturrahman Limboto.
Kehadirannya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin mendapatkan siraman rohani di tengah padatnya agenda PENAS XVII.
Dalam ceramahnya, Ustaz Solmed mengajak masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan antara kesuksesan duniawi dan bekal spiritual.
Dengan gaya penyampaian yang santai namun sarat makna, ia berhasil menciptakan suasana hangat dan penuh antusiasme.
Di sela tausiahnya, Ustaz Solmed mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat masyarakat Kabupaten Gorontalo yang turut menyukseskan agenda nasional tersebut.
"Luar biasa Kabupaten Gorontalo. Ayo ke Limboto," ujarnya.
Pernyataan itu menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat luas untuk melihat langsung semarak PENAS XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyebut kehadiran Ustaz Solmed memberikan energi positif bagi masyarakat sekaligus melengkapi berbagai agenda yang sedang berlangsung dalam PENAS XVII.
"Beliau datang lagi memberikan siraman qalbu kepada kita malam ini. Hampir dua jam beliau menyampaikan tausiah.
Meski terbilang singkat, namun sangat berarti dalam menambah wawasan dan pemahaman keagamaan," ungkap Sofyan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Karena itu, rangkaian kegiatan keagamaan dalam PENAS XVII dinilai memiliki peran strategis untuk menjaga harmoni di tengah berbagai aktivitas pemerintahan, pameran, dan hiburan yang berlangsung.
"Ada agenda pemerintahan, ada hiburan, dan ada pula ceramah agama. Ini yang membuat pelaksanaan PENAS menjadi lebih seimbang," tandasnya. (Mg-04).
Editor : Azis Manansang