Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

PENAS XVII Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Omzet UMKM Gorontalo Tembus Rp 271,5 Juta dalam Empat Hari

Azis Manansang • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:55 WIB

 

Kehadiran ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Gorontalo.(F:Dkmfo)
Kehadiran ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Gorontalo.(F:Dkmfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Kehadiran ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani 
Nelayan XVII Tahun 2026 

membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Gorontalo. Salah satu sektor yang merasakan manfaat langsung adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hingga hari keempat pelaksanaan kegiatan, total transaksi UMKM yang tersebar di 
berbagai titik lokasi mencapai Rp 271.543.000. 

Angka tersebut mencerminkan tingginya minat pengunjung terhadap produk-produk lokal 
yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.

Berbagai produk khas Gorontalo berhasil menarik perhatian peserta dari luar daerah. 
Mulai dari makanan olahan, produk kerajinan, hingga aneka kuliner tradisional menjadi 
komoditas yang paling banyak diburu pengunjung.

Momentum PENAS XVII pun menjadi kesempatan emas bagi para pelaku UMKM untuk 
memperluas pasar dan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat dari 
berbagai provinsi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asliku, 
menyebut respons pengunjung terhadap produk lokal sangat menggembirakan.

"Kami mencatat peningkatan transaksi di sejumlah lokasi UMKM. Produk olahan pangan 
dan kerajinan khas daerah menjadi yang paling banyak diminati oleh pengunjung dari luar 
daerah," ujar Viktor.

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa produk UMKM Kabupaten Gorontalo 
memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional.

Data Disperindag menunjukkan kawasan UMKM di lingkungan Kantor Bupati menjadi 
penyumbang transaksi terbesar dengan nilai Rp 59.275.000. 

Disusul kawasan Taman Depan Rumah Dinas Bupati sebesar Rp 54.281.000 dan kawasan 
pedagang kecil di sekitar Masjid Agung serta Taman Budaya sebesar Rp 37.731.000.

Selain itu, kawasan Kampung Kuliner mencatat transaksi Rp 29.281.000, UMKM Taman 
Budaya Rp 23.600.000, lapak kopi depan Kantor Bupati Rp 20.855.000, dan Food Court 
Taman Depan Rumah Dinas Bupati sebesar Rp 21.175.000.

Keberhasilan UMKM memanfaatkan momentum PENAS XVII menjadi bukti bahwa event 
berskala nasional mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat 
sekaligus mempercepat pertumbuhan usaha lokal.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
#Penas XVII Gorontalo #kuliner gorontalo #UMKM #Ekonomi Kerakyatan #KABUPATEN GORONTALO