Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

KKN Unisan Gorontalo Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Pangan Lokal di Desa Owalanga

Nur Fadilah • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:21 WIB
Masyarakat desa owalanga sedang menicicipi produk UMKM bersama mahasiswa KKN Unisan Gorontalo.ANTARA/Lifka Ismail
Masyarakat desa owalanga sedang menicicipi produk UMKM bersama mahasiswa KKN Unisan Gorontalo.ANTARA/Lifka Ismail

GORONTALOPOST -Potensi pangan lokal yang melimpah di Desa Owalanga, Kabupaten Gorontalo, menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo memilih fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal sebagai salah satu program unggulan selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.

Berbagai komoditas seperti ubi, jagung, dan kelapa yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dinilai memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

Melalui pendampingan kepada masyarakat, mahasiswa berharap hasil pangan lokal dapat berkembang menjadi produk yang lebih inovatif, menarik, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Koordinator Desa KKN Unisan Gorontalo di Desa Owalanga, Sumitro Antu, mengatakan program tersebut disusun setelah tim melihat besarnya potensi desa sekaligus kebutuhan para pelaku UMKM yang masih memerlukan penguatan, terutama dalam hal pengolahan produk dan strategi pemasaran.

Menurutnya, kegiatan KKN kali ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

"Kami ingin membantu masyarakat mengolah hasil pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi serta memperluas pemasarannya. Dengan begitu, potensi desa dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Sumitro.

Selain memberikan pendampingan dalam proses pengolahan hasil pangan, mahasiswa juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai inovasi produk, teknik pengemasan yang lebih menarik, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar saat ini.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan pelaku UMKM agar produk-produk lokal Desa Owalanga tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

Upaya mahasiswa KKN tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Owalanga, Rusdiyanto Kule. Ia menilai program yang dijalankan mahasiswa sejalan dengan visi pemerintah desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM.

Menurut Rusdiyanto, selama ini sebagian besar hasil panen masyarakat masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya belum maksimal. Padahal, jika diolah menjadi produk siap konsumsi dengan kemasan yang menarik, komoditas lokal dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para pelaku usaha.

"Potensi pangan lokal di Desa Owalanga seperti ubi, jagung, dan kelapa sangat besar. Kami berharap masyarakat dapat berbagi ilmu dengan mahasiswa sehingga hasil pangan tersebut tidak hanya dijual begitu saja, tetapi bisa diolah menjadi produk yang lebih modern dan dipasarkan ke luar daerah," katanya.

Pemerintah desa juga berharap program yang telah dirintis mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Sebaliknya, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah desa siap menjalin kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya dalam membantu akses permodalan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis pangan lokal.

"Dukungan pemerintah desa akan kami berikan melalui kerja sama dengan BUMDes. Jika masyarakat memiliki produk tetapi terkendala modal, kami siap mendorong pengembangan usaha tersebut agar produk UMKM Desa Owalanga dapat berkembang dan dipasarkan lebih luas," ujar Rusdiyanto.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, potensi pangan lokal Desa Owalanga diharapkan tidak lagi hanya menjadi komoditas hasil panen, tetapi mampu bertransformasi menjadi produk unggulan yang memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Judul ini juga dapat disesuaikan jika Anda menginginkan nuansa yang lebih kuat untuk media cetak atau portal berita daring.

Editor : Nur Fadilah
#Unisan #UMKM