GORONTALOPOST – Praktik pertanian alami yang dikembangkan masyarakat Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, mendapat apresiasi sebagai contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Pola pertanian tersebut dinilai tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, mengatakan keberhasilan masyarakat Desa Pangahu menunjukkan bahwa kemandirian pangan dapat dibangun dari lingkungan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar.
Menurutnya, masyarakat di desa tersebut tidak hanya menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu menjual sebagian hasil panennya. Kondisi ini memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap utang.
"Proses ekonomi ini mendorong pemberdayaan masyarakat supaya tidak terus bergantung pada utang. Mereka sudah bisa memproduksi untuk kebutuhan sendiri sekaligus menjual hasilnya," ujar Budiyanto di Gorontalo, Kamis.
Ia menilai konsep kemandirian pangan seharusnya dimulai dari tingkat rumah tangga. Setiap keluarga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan harian seperti cabai, tomat, pepaya, jambu, hingga jeruk. Selain mampu menghemat pengeluaran, langkah tersebut juga menjadi solusi menghadapi kenaikan harga bahan pangan di pasaran.
Budiyanto mengaku telah menerapkan konsep serupa di rumahnya. Ia memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk alami sehingga tidak hanya mendukung pertanian yang ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah rumah tangga.
Menurutnya, praktik yang dijalankan masyarakat Desa Pangahu merupakan bentuk kearifan lokal yang layak dipertahankan dan dikembangkan. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, pola pertanian alami juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Budiyanto menjelaskan bahwa semakin banyak rumah tangga yang mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri, maka ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun fluktuasi harga pasar akan semakin berkurang. Kondisi tersebut dinilai menjadi strategi jangka panjang yang lebih efektif dalam mengendalikan inflasi.
"Kalau semua rumah tangga melakukan dalam skala kecil, itu akan menciptakan kemandirian pangan. Pendekatan seperti ini lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan operasi pasar yang sifatnya stimulus," katanya.
Ia berharap praktik pertanian alami seperti yang berkembang di Desa Pangahu dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Gorontalo untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.(antara)
Editor : Nur Fadilah