Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Boalemo Percepat Hilirisasi Pertanian untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

Nur Fadilah • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:56 WIB
Laboratorium percontohan pertanian warga yang sempat dipamerkan saat Penas Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/Faradila Alim)
Laboratorium percontohan pertanian warga yang sempat dipamerkan saat Penas Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/Faradila Alim)

GORONTALOPOST-Pemerintah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, terus mendorong percepatan hilirisasi hasil pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah agar hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk siap konsumsi yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Nurdin, mengatakan hasil pertanian masyarakat, khususnya yang berada di kawasan penyangga hutan, selama ini menunjukkan kualitas yang baik. Kondisi itu sekaligus membantah anggapan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan menjadi penyebab kerusakan hutan.

"Kalau kita lihat hasil pertanian masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, hasilnya bagus. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar kawasan hutan bukan perusak hutan, tetapi mampu mengelola lahan secara produktif," ujar Nurdin di Boalemo, Selasa.

Ia menjelaskan, berbagai komoditas unggulan seperti pepaya, pisang, dan jambu memiliki kualitas yang sangat baik. Bahkan, sebagian besar hasil pertanian tersebut dibudidayakan secara organik sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari masa simpan hasil panen yang relatif singkat hingga persoalan pengemasan dan pemasaran yang belum optimal.

Karena itu, menurut Nurdin, hasil pertanian sudah saatnya tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk siap konsumsi agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.

"Kalau hanya dijual dalam bentuk buah segar, nilai tambahnya masih terbatas. Tetapi kalau diolah dan dikemas menjadi produk siap saji, harganya bisa lebih tinggi dan lebih praktis bagi konsumen," katanya.

Ia mencontohkan komoditas seperti jambu yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika dipasarkan dalam kondisi segar.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan daerah. Dalam pengembangannya, hilirisasi menjadi fokus utama untuk menciptakan produk-produk pertanian yang lebih bernilai ekonomi.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah mendorong diversifikasi hasil pertanian sehingga petani tidak hanya bergantung pada penjualan buah segar, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk olahan yang memiliki peluang pasar lebih luas.

Strategi ini juga diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kelebihan produksi yang kerap terjadi saat musim panen. Selama ini, melimpahnya pasokan dalam waktu bersamaan sering menyebabkan harga hasil pertanian anjlok dan berdampak pada pendapatan petani.

"Kami menggunakan pendekatan klaster. Ketika produksi melimpah, hasil panen bisa diolah sehingga memiliki masa simpan lebih panjang, nilai jual meningkat, dan petani tidak terlalu bergantung pada penjualan buah segar," kata Nurdin.

Dengan pengembangan hilirisasi, Pemerintah Kabupaten Boalemo optimistis sektor pertanian daerah akan semakin kompetitif. Selain memperkuat daya saing produk lokal, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan petani yang lebih mandiri melalui pengembangan produk-produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
#Pertanian Boalemo #Produk olahan