GORONTALOPOST -Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan untuk menghadapi berbagai potensi krisis yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), langkah tersebut diwujudkan dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi dan edukasi penanggulangan krisis kesehatan di Puskesmas Dumboraya, Kota Gorontalo, pada Rabu. Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim kesehatan penanganan krisis kesehatan itu diikuti Kepala Puskesmas Dumboraya bersama seluruh tenaga kesehatan dan staf.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di wilayah lokus penanggulangan krisis kesehatan agar mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Menurutnya, kesiapan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat yang berdampak pada sektor kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Andriyanto turut menjadi narasumber bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Erni Nuraini Mansur. Keduanya menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, koordinasi lintas program, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan dalam menghadapi berbagai potensi krisis.
Andriyanto menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan investasi penting untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh, khususnya di tingkat pelayanan primer.
“Kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan harus dimulai dari puskesmas. Oleh karena itu, setiap tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai, agar mampu merespons situasi darurat secara cepat dan tepat,” katanya.
Ia menjelaskan, keberhasilan penanggulangan krisis kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana dan prasarana, tetapi juga bergantung pada kompetensi tenaga kesehatan serta koordinasi yang baik di lapangan.
“Kami ingin seluruh tenaga kesehatan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi berbagai kondisi krisis, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung optimal,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kesiapsiagaan puskesmas di wilayah lokus penanggulangan krisis kesehatan semakin meningkat.
Dengan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai, sistem pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih tangguh, responsif, serta mampu memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat saat menghadapi berbagai situasi krisis maupun bencana.(antara)
Editor : Nur Fadilah