GORONTALOPOST -Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi krisis air yang melanda areal persawahan di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Sebanyak 16 titik irigasi air tanah akan dibangun guna membantu petani yang selama ini kesulitan menggarap sawah akibat sedimentasi saluran irigasi.
Sedimentasi yang terus terjadi menyebabkan aliran air menuju lahan pertanian terganggu, sehingga lebih dari seribu hektare sawah di wilayah tersebut tidak dapat ditanami. Kondisi itu berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau Daerah Irigasi Taluduyunu, Selasa, mengatakan pembangunan 16 titik irigasi air tanah akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi II pada 2026. Setiap jaringan irigasi air tanah diperkirakan mampu mengairi lahan sawah seluas 10 hingga 12 hektare.
"Karena di situ luasan sawahnya lebih dari seribu hektare maka akan kami usulkan untuk ditambah lagi agar seluruh lahan bisa ditanami. Saya minta kepada masyarakat tolong bersabar, kita pikirkan bersama dan saya sudah menemukan caranya seperti tadi itu," katanya.
Menurut Gusnar, pembangunan irigasi air tanah menjadi solusi jangka pendek agar para petani tetap dapat mengolah sawah meski fungsi saluran irigasi utama belum kembali normal akibat sedimentasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan musim tanam sambil menunggu penanganan permanen terhadap jaringan irigasi.
Selain membangun irigasi air tanah, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menyiapkan program normalisasi Daerah Irigasi Taluduyunu melalui pengerukan saluran. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi saluran irigasi sekaligus mengurangi sedimentasi yang selama ini terus berulang dan menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
"Kita rencanakan yang matang untuk normalisasi saluran irigasi Taluduyunu ini agar ketika hujan tidak terjadi lagi sedimentasi. Saya memahami perasaan masyarakat yang di situ tidak bisa menanam, tapi itulah kondisinya," katanya.
Gusnar menegaskan bahwa proses normalisasi membutuhkan perencanaan yang matang agar hasilnya mampu bertahan dalam jangka panjang. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga permasalahan irigasi di Taluduyunu dapat ditangani secara menyeluruh.
Melalui pembangunan 16 titik irigasi air tanah dan program normalisasi saluran irigasi, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap produktivitas lebih dari seribu hektare lahan sawah di Taluduyunu dapat kembali pulih. Dengan demikian, aktivitas pertanian masyarakat di wilayah tersebut diharapkan kembali berjalan normal dan mendukung ketahanan pangan daerah.(antara)
Editor : Nur Fadilah