GORONTALOPOST -Provinsi Gorontalo mendapat alokasi penanaman kelapa seluas 10 ribu hektar pada tahun 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi kelapa yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan kelapa bernilai tambah di daerah.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau lokasi penanaman kelapa di Desa Molamahu, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Rabu, mengatakan bahwa dari total alokasi tersebut, sebanyak lima ribu hektar berada di Kabupaten Pohuwato. Wilayah ini menjadi daerah dengan porsi penanaman terbesar dalam program tersebut.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo, pelaksanaan tahap pertama telah menunjukkan perkembangan yang positif. Sebanyak 1.800 hektar lahan telah dikontrakkan untuk penanaman kelapa, dan sekitar 200 hektar di antaranya telah ditanami bibit.
"Ada seluas 1.800 hektar yang sudah berkontrak pada tahap pertama, 200 hektar di antaranya sudah ditanami bibit kelapa," kata Gusnar.
Menurut Gusnar, program penanaman bibit kelapa tidak hanya bertujuan memperluas areal perkebunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peremajaan tanaman kelapa yang sudah berusia tua sehingga produktivitasnya terus menurun.
Melalui program ini, pemerintah berharap produktivitas perkebunan rakyat dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, keberadaan kebun kelapa yang lebih produktif akan menjadi sumber bahan baku yang berkelanjutan bagi pengembangan industri hilirisasi kelapa di Gorontalo.
Ia optimistis luas area penanaman akan terus bertambah pada tahap-tahap berikutnya. Dengan demikian, Gorontalo dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan industri kelapa yang mampu menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Berdikari 2 Desa Molamahu, Yahya Harun, mengungkapkan bahwa kelompoknya yang beranggotakan 17 petani telah menerima bantuan sebanyak 1.870 bibit kelapa.
Seluruh bibit bantuan tersebut telah ditanam di lahan milik para anggota sebagai bagian dari program peremajaan tanaman kelapa yang dijalankan pemerintah.
"Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Saya mewakili anggota Kelompok Tani Berdikari 2 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, mudah-mudahan ada bantuan lagi untuk kami," ujar Yahya.
Program penanaman kelapa ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor perkebunan rakyat, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya industri hilirisasi kelapa di Gorontalo. Dengan meningkatnya produksi kelapa berkualitas, peluang terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan nilai tambah komoditas, serta pertumbuhan ekonomi daerah pun semakin terbuka.(antara)
Editor : Nur Fadilah