Gorontalopost, GORONTALO – Mimpi melahirkan Generasi Emas Indonesia 2045 ternyata tidak dimulai ketika anak pertama kali mengenakan seragam sekolah.
Fondasinya justru dibangun jauh lebih awal, bahkan sejak masih berada dalam kandungan hingga memasuki dua tahun pertama kehidupannya.
Pesan tersebut menjadi perhatian utama Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, saat membuka Sosialisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak dan Pencegahan Stunting di Hotel Fox, Kota Gorontalo, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Intel Kodam XIII/Merdeka Gagalkan Pengiriman 71 Jerigen Solar, Diduga Milik Oknum Aparat
Mengangkat tema “Investasi Terbaik Dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”,
kegiatan tersebut mempertemukan Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Gorontalo, tenaga kesehatan, pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Maryam menjelaskan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan fase yang sangat menentukan masa depan seorang anak.
Pada periode ini, pertumbuhan fisik dan perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan yang optimal.
“Periode 1.000 HPK adalah fase yang tidak boleh dilewatkan. Pada masa inilah dasar kesehatan dan kemampuan anak mulai terbentuk untuk menjadi bekal kehidupannya kelak,” ujar Maryam.
Ia mengingatkan bahwa stunting tidak boleh dipahami sebatas persoalan ukuran tubuh atau hambatan pertumbuhan fisik.
Dampaknya dapat jauh lebih panjang, mulai dari kemampuan belajar, perkembangan kecerdasan, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia ketika anak memasuki usia dewasa.
Karena itu, pencegahan stunting menurut Maryam tidak boleh menunggu sampai seorang anak menunjukkan gangguan pertumbuhan.
Baca Juga: Gedung PHTC MTsS Bahrul Ulum Resmi Dibuka, Bupati Sofyan Dorong Santri Makin Berprestasi
Upaya pencegahan harus dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu, pemeriksaan kesehatan secara rutin, penerapan pola asuh yang tepat, hingga pemberian stimulasi sesuai tahapan perkembangan anak.
Penguatan edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Maryam mendorong Bunda PAUD,
pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendidik, kader, hingga tokoh masyarakat untuk bergerak bersama memberikan pemahaman kepada keluarga, terutama kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang memiliki anak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak mungkin hanya mengandalkan satu institusi.
Keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, serta berbagai unsur lainnya memiliki peran yang saling berkaitan
untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
“Kalau semua unsur bergerak bersama, edukasi kepada keluarga akan semakin kuat. Dari sinilah kita membangun anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari persiapan Generasi Emas 2045,” tegas Maryam.
Bagi Kabupaten Gorontalo, perhatian terhadap 1.000 hari pertama kehidupan bukan sekadar agenda kesehatan.
Periode tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia yang nantinya menjadi penentu masa depan daerah maupun Indonesia.
Sebab, generasi yang akan membawa Gorontalo dan Indonesia menuju masa depan sedang tumbuh hari ini. Dan fondasi masa depan itu harus dipastikan kuat sejak awal kehidupan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang