Bupati Sofyan Puhi Sebut Perkemahan Pramuka Bukan Sekadar Kemah, Tapi Sekolah Kehidupan Menuju Indonesia Emas

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:47 WIB

 

 Sofyan saat membuka Ajang Kreativitas Penggalang III di Bumi Perkemahan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru.(F:Diskominfo)
Sofyan saat membuka Ajang Kreativitas Penggalang III di Bumi Perkemahan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO   – Bagi Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, bumi perkemahan bukan sekadar tempat berkumpulnya para anggota Pramuka. 

Di balik tenda, keterbatasan fasilitas, hingga kehidupan tanpa kenyamanan seperti di rumah, tersimpan proses penting untuk menempa karakter generasi muda.

Pesan itu disampaikan Sofyan saat membuka Ajang Kreativitas Penggalang III di Bumi 
Perkemahan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru, 
Selasa (11/8/2026). 

Baca Juga: Tersangka Korupsi Bank SulutGo Tilamuta Dilimpahkan ke Kejari Boalemo, Rp221 Juta dan 3 Mobil Jadi Barang Bukti

Kegiatan tersebut diikuti anggota Pramuka Penggalang dari sejumlah Gugus Depan se-Kecamatan Telaga Biru.

Menurut Sofyan, pengalaman hidup di alam terbuka memberikan pembelajaran yang tidak 
selalu bisa diperoleh di dalam ruang kelas. 

Para peserta harus belajar mengurus kebutuhan  sendiri, menjaga perlengkapan, beradaptasi dengan lingkungan sekaligus membangun  kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.

“Di bumi perkemahan, anak-anak belajar berdiri di atas kemampuan sendiri. Mulai dari 
mengurus diri, 

menjaga barang pribadi sampai memenuhi kebutuhan selama kegiatan. Inilah proses yang membentuk kemandirian,” ujar Sofyan.

Sofyan juga meminta para peserta tidak menjadikan keterbatasan selama perkemahan 
sebagai alasan untuk mengeluh. 

Menurutnya, kondisi tidur yang berbeda, fasilitas terbatas  hingga makanan yang tidak sama dengan menu di rumah justru merupakan bagian dari  pengalaman yang harus dilewati.

Ia mendorong peserta menikmati seluruh rangkaian kegiatan dan menjadikan setiap 
kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar beradaptasi.

Baca Juga: Empat Jembatan di Boalemo Rusak Dihantam Bencana, Bupati Rum Pagau Kejar Rp50,9 Miliar ke BNPB

“Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan di rumah, jangan langsung 
dianggap sebagai kekurangan. 

Justru dari situ kalian belajar beradaptasi, bertahan dan menjadi lebih tangguh,” pesannya.

Sofyan yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka  Provinsi Gorontalo menilai pembinaan generasi melalui Pramuka merupakan investasi jangka panjang. 

Karakter yang dibentuk sejak usia muda dinilai akan menjadi modal penting ketika mereka memasuki kehidupan dewasa.

Ia mengaitkan proses tersebut dengan target besar menuju Indonesia Emas 2045. 

Anak-anak yang saat ini mengikuti kegiatan Pramuka, menurutnya, kelak akan menjadi  generasi yang mengisi berbagai bidang pembangunan.

“Generasi yang ada di hadapan kita hari ini adalah calon pemimpin masa depan.

Dalam dua sampai tiga dekade mendatang, merekalah yang akan mengambil peran dan ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.

Ajang Kreativitas Penggalang III merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti 
Pramuka sekaligus momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik 
Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dirancang bukan hanya sebagai  ajang kreativitas dan kompetisi, 

tetapi juga ruang bagi peserta untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan keterampilan serta memperkuat karakter melalui berbagai aktivitas di alam terbuka.

Di penghujung sambutannya, Sofyan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang  mendukung kegiatan tersebut, mulai dari pembina dan pelatih, orang tua, pimpinan Gugus  Depan hingga Kwartir Ranting Telaga Biru.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman berkemah.

Bagi Sofyan, pengalaman hidup di bumi perkemahan harus menjadi bekal yang terus  melekat ketika para peserta kembali ke lingkungan masing-masing bekal

sebagai untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Perkemahan Saka Nasional Pramuka Gorontalo kwarda pramuka Bupati Gorontalo Sofyan Puhi