Bukan Sekadar Wayang, Tradisi Tolak Bala di Sidodadi Jadi Perekat Warga Desa

Azis Manansang • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:13 WIB

 

Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus saat menghadiri Tradisi Saparan Bersih Desa atau tolak bala di Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.(F:Diskominfo)
Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus saat menghadiri Tradisi Saparan Bersih Desa atau tolak bala di Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Suara gamelan dan kisah pewayangan menjadi bagian dari  upaya masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, merawat  warisan budaya. 

Tradisi Saparan Bersih Desa atau tolak bala kembali digelar melalui  pertunjukan wayang  kulit, Selasa (11/8/2026).

Masyarakat mengikuti pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk dengan  menghadirkan Ki Dalang Mustiko Bayu Wibowo. 

Baca Juga: Dua Warga Bitung Tersangka Pencurian di Pulubala Diserahkan ke Kejaksaan, Polda Gorontalo Rampungkan Penyidikan

Lakon yang dimainkan tak hanya  menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan  kehidupan melalui unsur tutur, sastra, nilai budaya dan cerita yang sarat makna.

Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus mengapresiasi langkah masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman. 

Ia menilai kemajuan  pembangunan desa tetap dapat berjalan tanpa harus mengorbankan  akar budaya yang  telah diwariskan.

Menurut Tonny, Bersih Desa bukan hanya sebuah tradisi tahunan. Kegiatan tersebut 
memiliki nilai penting dalam membangun hubungan sosial masyarakat, 

mulai dari mempererat silaturahmi hingga memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.

“Melalui kegiatan ini juga, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga 
kerukunan, keamanan dan ketertiban lingkungan, 

Mari kita jadikan momentum bersih desa  atau tolak bala ini sebagai penguat semangat  gotong royong, kepedulian sosial serta kebersamaan membangun desa lebih maju, mandiri  dan sejahtera,” ungkapnya.

Baca Juga: Empat Jembatan di Boalemo Rusak Dihantam Bencana, Bupati Rum Pagau Kejar Rp50,9 Miliar ke BNPB

Ia berharap tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat Sidodadi itu terus dipelihara  dan dikenalkan kepada generasi muda. 

Dengan begitu, warisan budaya tidak hanya menjadi simbol identitas desa, tetapi juga  menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian  sosial dan semangat kebersamaan.

Pelestarian budaya, kata Tonny, pada akhirnya dapat menjadi bagian dari pembangunan  desa. 

Ketika tradisi tetap terjaga dan masyarakat semakin solid, Desa Sidodadi diharapkan 
mampu tumbuh lebih maju tanpa kehilangan jati dirinya.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
tradisi adat tolak bala KearifanLokal Wakil Bupati Gorontalo Wayang