Gorontalopost, TILAMUTA – Proyek pembangunan jalan shortcut atau alih trase
sepanjang 5,2 kilometer di Kabupaten Boalemo terus dikebut.
Pemerintah Kabupaten Boalemo tidak ingin pembangunan infrastruktur tersebut berjalan tanpa pengawasan,
sehingga pemantauan langsung di lapangan terus dilakukan untuk menjaga progres dan kualitas pekerjaan.
Baca Juga: Posyandu di Kabupaten Gorontalo Naik Kelas, Kini Jadi Ujung Tombak Enam Layanan Dasar
Keseriusan itu ditunjukkan Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, saat meninjau langsung pekerjaan di tiga segmen jalan pada Minggu (16/08/ 2026).
Dalam kunjungan tersebut, bupati melihat perkembangan konstruksi sekaligus mengecek pelaksanaan pekerjaan di setiap bagian ruas yang sedang dibangun.
Monitoring menjadi langkah penting untuk memastikan pekerjaan tidak keluar dari
tahapan yang telah ditetapkan.
Selain mengejar target penyelesaian, Pemkab Boalemo juga menaruh perhatian terhadap kualitas konstruksi sehingga jalan yang nantinya digunakan masyarakat memiliki manfaat jangka panjang.
”Monitoring secara berkelanjutan sangat penting agar berbagai kendala yang muncul di lapangan
dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya, dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan,” ucap Bupati Rum Pagau.
Ruas shortcut tersebut terdiri atas tiga bagian, yakni Segmen I Huwongo–Polohungo, Segmen II Polohungo–Tanah Putih, dan Segmen III Tanah Putih–Pangi.
Pembangunan di seluruh segmen masih berlangsung sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan.
Baca Juga: Bahasa Gorontalo Makin Tergerus, Pemkab Dorong Kembali Jadi Bahasa di Ruang Publik
Kehadiran jalur baru ini diproyeksikan bukan sekadar menambah infrastruktur jalan di Boalemo.
Ruas sepanjang 5,2 kilometer tersebut diharapkan membuka akses yang lebih baik,
memperlancar pergerakan masyarakat
dan barang, sekaligus menciptakan ruang baru bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Boalemo memastikan pengawasan ketat akan terus dilakukan
hingga seluruh rangkaian pekerjaan rampung dan ruas jalan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas,” kata Rum Pagau.(Mg-07).
Editor : Azis Manansang