GORONTALOPOST -Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan menerapkan program berbasis target yang jelas dan terukur. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menyusun program pencegahan dengan sasaran yang spesifik serta indikator capaian yang dapat dievaluasi.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan, pencegahan narkotika tidak boleh hanya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang bersifat seremonial. Menurutnya, setiap program harus memiliki jumlah sasaran yang jelas agar hasil pelaksanaannya dapat diukur.
“Saya minta materinya terukur misalnya nelayan, berikan sosialisasi kepada 1.000 nelayan. Taruh 1.000 jangan mengambang lagi,” tegas Gusnar.
Arahan tersebut disampaikan setelah Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo menandatangani nota kesepakatan terkait pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta prekursor narkotika (P4GN).
Gusnar meminta nota kesepakatan tersebut segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang lebih konkret antara BNNP Gorontalo dan sejumlah OPD. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Diskominfotik, serta Dinas Pemuda dan Olahraga diminta menyusun langkah pencegahan sesuai tugas dan bidang masing-masing.
Ia menilai penentuan sasaran menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan. Program harus diarahkan kepada kelompok yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkotika, seperti nelayan, penambang, hingga pengemudi.
Dengan pemetaan sasaran tersebut, pemerintah dapat memberikan intervensi yang lebih tepat sekaligus mengukur sejauh mana program pencegahan memberikan dampak kepada masyarakat. Langkah ini juga diharapkan membuat program P4GN tidak sekadar menjadi kewajiban administratif.
Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Pol. Sri Bardiyati mengatakan kelompok penambang, nelayan, dan pengemudi termasuk kelompok pengguna narkotika yang ditangani pihaknya di Gorontalo. Sementara itu, kasus yang melibatkan pelajar dan mahasiswa relatif lebih jarang ditemukan.
“Kami terus mendorong membangun P4GN melalui pendekatan kolaborasi dan lintas sektor,” kata Sri.
BNNP Gorontalo pun menyatakan kesiapan untuk mendukung program sosialisasi dan edukasi P4GN yang disusun pemerintah daerah, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Kolaborasi antara Pemprov Gorontalo dan BNNP diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepakatan. Program tersebut perlu segera diterjemahkan menjadi rencana kerja dengan sasaran yang jelas, sehingga pelaksanaan dan dampak pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat dipantau serta dievaluasi secara berkala.(antara)
Editor : Nur Fadilah