Gorontalopost, LIMBOTO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Gorontalo tahun ini bakal dikemas berbeda.
Srikandi Jaga Desa Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPENAS) Kabupaten Gorontalo tengah menyiapkan sejumlah agenda bernuansa keagamaan yang dipadukan dengan kreativitas masyarakat.
Baca Juga: Kejati Gorontalo Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI, Kerugian Negara Rp 2,32 Miliar
Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus dan 1 September
2026.
Persiapan agenda dibahas dalam rapat terbatas yang digelar di Ruang Dulohupa,
Kabupaten Gorontalo.
Ketua Srikandi Jaga Desa ABPENAS Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan
Puhi, menjelaskan bahwa
kegiatan akan diawali dengan selawat bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Setelah itu, suasana peringatan akan dibuat semakin semarak melalui pawai kendaraan hias bernuansa Islami yang dipadukan dengan Srikandi Fashion Islamic Karnaval.
Menurut Maryam, konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan syiar Islam dengan kemasan yang kreatif dan menarik bagi masyarakat.
“Peringatan Maulid tidak hanya kami isi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga ingin menghadirkan ruang
bagi masyarakat untuk berkreasi melalui kendaraan hias dan busana Islami,” ujar Maryam.
Lebih dari sekadar seremoni, rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarmasyarakat desa.
Baca Juga: Kapal dari Filipina Bawa 3,8 Ton Bahan Kimia Diduga Sianida, Empat Tersangka Kini di Tangan Jaksa
Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan menjadi pesan utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Di sisi lain, kreativitas warga juga menjadi bagian penting dari agenda ini.
Keterlibatan masyarakat dalam pawai dan karnaval diharapkan mampu melahirkan berbagai kreasi lokal
sekaligus memperkuat identitas budaya dan keagamaan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang religius,
berbudaya, unggul, dan memiliki daya saing.
Dengan konsep yang memadukan syiar, silaturahmi, budaya, dan kreativitas, peringatan Maulid Nabi tahun ini
diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga meninggalkan pesan sosial dan keagamaan yang kuat bagi masyarakat.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang