Maulid Nabi di Telaga Jaya Hidupkan Syiar Islam dan Tradisi Walima, Kisah Isra Mi'raj Dibawakan da

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:59 WIB

 

Nuansa Islam dan budaya Gorontalo berpadu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Baitul Ridha, Kecamatan Telaga Jaya. (F:Diskominfo)
Nuansa Islam dan budaya Gorontalo berpadu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Baitul Ridha, Kecamatan Telaga Jaya. (F:Diskominfo)

Gorontalopost, TELAGA JAYA — Nuansa Islam dan budaya Gorontalo berpadu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Besar Baitul Ridha, Kecamatan Telaga Jaya. 

Sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, masyarakat larut dalam rangkaian  kegiatan yang menghadirkan doa, syiar Islam, hingga kisah perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha.

Baca Juga: Polresta Gorontalo Kota hingga Polres Bone Bolango Diguyur Penghargaan Kapolri, Ini Pesan Kapolda

Yang menarik, kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut disampaikan dalam 
bahasa Gorontalo. 

Penyampaian dengan bahasa daerah membuat pesan keagamaan terasa semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa tradisi Maulid di Gorontalo terus berjalan berdampingan dengan budaya lokal.

Peringatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo, di antaranya  Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny Junus, Sekda Sugondo Makmur, 

Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, 
Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, 
Camat Telaga Jaya serta sejumlah undangan.

Di tengah rangkaian acara, Sekda Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur menyampaikan  bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya tidak hanya terlihat ketika  peringatan Maulid digelar. 

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi harus diterjemahkan ke dalam perilaku masyarakat sehari-hari.

“Sejak tadi malam kita telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk  pujian dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. 

Namun yang paling utama adalah bagaimana kecintaan itu diwujudkan dengan terus bershalawat, menjalankan ajaran  beliau, serta melaksanakan segala yang diperintahkan Allah SWT,” ujar Sugondo.

Baca Juga: Tolangga, Toyopo hingga Dikili, Menguak Makna Tradisi Walima Gorontalo saat Maulid Nabi

Kemeriahan Maulid kemudian berlanjut hingga pagi dengan pelaksanaan tradisi walima. 

Hasil bumi yang dimiliki masyarakat dibagikan kepada sesama warga sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan nikmat yang diberikan Allah SWT.

Bagi masyarakat Gorontalo, tradisi tersebut bukan sekadar bagian penutup acara. Walima menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang mengiringi pelaksanaan syiar  keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, kami mengucapkan terima kasih kepada  seluruh jamaah dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa. 

Pemerintah tentunya akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan 
keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius,” tambah  Sugondo.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap tradisi keagamaan seperti Maulid terus 
dipertahankan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bagian dari  kehidupan masyarakat.

“Semoga setiap kegiatan yang di dalamnya terdapat syiar dan nilai-nilai agama senantiasa  mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Semoga Allah memberkati kampung kita, Kecamatan Telaga Jaya, dan seluruh Kabupaten Gorontalo,” tutup Sugondo.

Di balik pelaksanaan Maulid tersebut, terdapat keterlibatan langsung Bupati Sofyan Puhi. 

Ia diketahui menjabat sebagai Ketua Takmirul Masjid Baitul Ridho Telaga Jaya, masjid  yang menjadi pusat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Telaga Jaya Maulid Nabi Muhammad SAW Sofyan Puhi