Gorontalopost, LIMBOTO — Bahasa Gorontalo tak ingin hanya menjadi peninggalan masa lalu.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama berbagai unsur masyarakat kini memperkuat langkah pelestarian melalui penyempurnaan panduan ortografi bahasa Gorontalo.
Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Field Testing
Rancangan Panduan Ortografi Bahasa Gorontalo di Ruang Dulohupa, Lantai II Kantor Bupati Gorontalo, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur, Kemenag Bongkar Fakta Sebenarnya Jelang Muktamar NU
Forum ini menjadi bagian penting dalam menguji rancangan sebelum panduan tersebut digunakan sebagai rujukan yang lebih luas.
Riset yang menjadi dasar kegiatan tersebut diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG),
dengan tajuk “Pengembangan Panduan Ortografi Bahasa Gorontalo Berbasis Kajian Variasi Linguistik dan Strategi Normalisasi Partisipatif.”
Dalam prosesnya, rancangan panduan tidak hanya diuji dari sisi akademik.
Berbagai masukan dihimpun untuk memastikan aturan tata tulis yang disusun tetap sejalan dengan kaidah kebahasaan,
namun tidak mengabaikan keragaman bahasa Gorontalo yang berkembang dan digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, FGD melibatkan banyak unsur, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bappeda,
Kementerian Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, jurnalis, hingga generasi muda.
Baca Juga: PNM FC vs Vanjura FC di Final Kapolres Pohuwato Cup 2026, Siapa Bawa Pulang Gelar Juara ?
Keterlibatan mereka menjadi bagian dari proses penyusunan pedoman secara partisipatif.
Bagi pemerintah daerah, menjaga bahasa Gorontalo bukan semata-mata mempertahankan sebuah warisan budaya.
Lebih dari itu, bahasa daerah harus tetap memiliki ruang untuk digunakan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Panduan ortografi yang jelas dan dapat diterima masyarakat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat penggunaan
bahasa Gorontalo di sekolah, lingkungan pemerintahan, sektor kebudayaan, maupun ruang publik.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Gorontalo berharap rancangan panduan ortografi semakin kuat dan matang.
Di saat yang sama, proses penyusunannya tetap berpijak pada kekayaan bahasa, identitas, serta tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Gorontalo.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang