Perkemahan SWBB Gorontalo Berakhir, Sofyan Puhi Titip Pesan: Semangat Pramuka Jangan Ikut Dibongka

Azis Manansang • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:24 WIB
Penutupan  Perkemahan Bakti Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Tingkat Cabang Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Kecamatan Limboto..(F:Diskominfo)
Penutupan Perkemahan Bakti Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Tingkat Cabang Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Kecamatan Limboto..(F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO — Tenda boleh dibongkar, perkemahan boleh berakhir, tetapi semangat yang lahir selama lima hari di Bumi Perkemahan Bongohulawa diminta tidak ikut berakhir.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Gorontalo sekaligus Ketua Majelis Pembimbing 
Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi, 

saat menutup Perkemahan Bakti Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Tingkat Cabang Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Kecamatan Limboto.

Baca Juga: Penghargaan IKD 2026 Jadi Pemacu Bone Bolango Perkuat Infrastruktur dan Inovasi Daerah

Ratusan anggota Pramuka dari berbagai Gugus Depan (Gudep) dan Satuan Karya se- Kabupaten Gorontalo mengikuti kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut. 

Sofyan menilai perkemahan menjadi momentum penting untuk menanamkan karakter  sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi, Gerakan Pramuka memiliki posisi 
strategis dalam menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah generasi muda.

“Saka Widya Budaya Bakti adalah benteng terakhir dari penyelamatan budaya kita sendiri. 

Ini senapas dengan misi utama Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk membangun manusia yang beragama, berbudaya, unggul, dan kompetitif.”

“Pemkab Gorontalo akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan 
kepramukaan ke depan,” ujar Bupati Sofyan.

Sofyan mengingatkan peserta agar tidak menjadikan penutupan perkemahan sebagai garis  akhir.

Sebaliknya, berbagai pengalaman, kedisiplinan, kebersamaan dan nilai perjuangan 
yang diperoleh selama kegiatan harus terus dibawa ke lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Dari Cibubur ke Gorontalo, Prestasi Jamnas XII 2026 Jadi Kado Manis Hari Pramuka ke-65

“Biarlah patok tenda bisa terbongkar, tetapi semangat Pramuka dan semangat juang itu akan terus ada menjadi milik Adik-adik sekalian.

Pengalaman selama lima hari ini mungkin  terasa singkat, namun kesannya akan bertahan sepanjang hayat,” ujar Sofyan Puhi di  hadapan para peserta.

Kualitas pelaksanaan kegiatan juga mendapat perhatian dari Bupati Sofyan. Ia 
mengapresiasi penyelenggaraan perkemahan yang dinilai telah memenuhi standar nasional. 

Sofyan turut memberikan apresiasi kepada pimpinan dan pembina Saka, termasuk Kak Jayusdi Rivai dan Kak Roman Nasaru, atas peran mereka dalam membina generasi muda  melalui Gerakan Pramuka.

Di sisi lain, Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai, 
menyampaikan penghargaan atas semangat peserta dan kerja keras panitia.

Ia menekankan  bahwa setiap perlombaan dalam Pramuka seharusnya tidak menghilangkan nilai  persaudaraan.

“Lomba bukan sekadar mencari siapa yang terhebat, melainkan wadah untuk merawat  kebersamaan, keceriaan, dan rasa persaudaraan,” tegasnya.

Untuk memperluas pembinaan, SWBB bersama instansi terkait berencana 
mengembangkan kegiatan kepramukaan berbasis wilayah pada tahun depan.

Dengan pola  tersebut, pembinaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta sebelum mereka  kembali dipertemukan dalam kegiatan tingkat kabupaten.

Jayusdi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Gorontalo, jajaran 
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta masyarakat setempat yang ikut mendukung 
suksesnya Perkemahan Bakti SWBB Tahun 2026.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Perkemahan Saka Nasional pramuka gerakan pramuka KABUPATEN GORONTALO Sofyan Puhi