320 Kendaraan Meriahkan Maulid Nabi di Kabupaten Gorontalo, Pesan Tonny: Jangan Hanya Seremonial

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:25 WIB

 

120 mobil hias dan 200 sepeda motor, pawai berlangsung semarak dengan nuansa Islami yang dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur. (F:Diskominfo)
120 mobil hias dan 200 sepeda motor, pawai berlangsung semarak dengan nuansa Islami yang dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur. (F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO — Sebanyak 320 kendaraan memeriahkan Pawai Kendaraan Hias Islami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Gorontalo. 

Terdiri dari 120 mobil hias dan 200 sepeda motor, pawai berlangsung semarak dengan nuansa Islami yang kental.

Baca Juga: Korban Kebakaran Piloliyanga Dapat Bantuan, Lahmuddin Katakan Pemerintah Selalu Hadir

Pawai bertajuk “ABPEDNAS & SRIKANDI Jaga Desa BERSHOLAWAT” itu dimulai dari Lapangan Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, 

setelah dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur. 

Rombongan kemudian menyusuri rute hingga tiba di kawasan Pakaya Tower.

Tidak hanya pemerintah desa dan kelurahan, kegiatan tersebut melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat. 

OPD, pelajar, BUMD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan pengurus remaja masjid turut ambil bagian.

Kendaraan peserta tampil dengan ornamen Islami, sementara lantunan shalawat mengiringi perjalanan.

Kemeriahan itu berlanjut ketika rombongan tiba di kawasan Pakaya Tower. Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus bersama Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo 

sekaligus Ketua Srikandi Jaga Desa Ny. Maryam Sofyan Puhi serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Venny Junus Anwar menyambut para peserta.

Baca Juga: Rum Pagau Warning OPD Boalemo, Laporan DBH Sawit Jadi Kunci Kucuran Dana Pusat

Tonny menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa peringatan Maulid Nabi masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. 

Namun, ia mengingatkan agar semangat tersebut tidak berhenti pada kemeriahan acara.

“Semangat bershalawat ini harus kita jaga. Maulid Nabi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW 

dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun kebersamaan, menjaga persatuan, dan memperkuat kepedulian di tengah masyarakat,” ujar Tonny.

Menurutnya, nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi juga harus menjadi bagian dari pembangunan daerah. 

Pemerintah tidak hanya dituntut membangun infrastruktur dan perekonomian, tetapi juga harus memperkuat karakter serta kehidupan sosial masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi. Kita juga harus membangun manusia, membangun akhlak, 

memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo,” katanya.

Senada dengan itu, Maryam Sofyan Puhi menilai Pawai Kendaraan Hias Islami menjadi momentum untuk memperluas syiar Islam dengan cara yang dekat dengan masyarakat. 

Keterlibatan peserta dari tingkat desa hingga kabupaten juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan.

“Melalui acara ini, mari kita bumikan shalawat, memperkuat tali persaudaraan, serta terus menyiarkan nilai-nilai Islam dengan tetap menjaga tradisi dan keberagaman di desa kita,” ujar Maryam.

Rangkaian kegiatan akhirnya dipusatkan di kawasan Pakaya Tower. Seluruh elemen yang terlibat menyatu dalam suasana peringatan Maulid Nabi, 

sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keberagaman di Kabupaten Gorontalo.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo pawai maulid nabi KABUPATEN GORONTALO Pakaya Tower