Gorontalopost, LIMBOTO — Busana Islami, semangat kebersamaan, serta nuansa seni dan budaya berpadu dalam Islamic Fashion Carnival yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Karnaval yang melibatkan ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo itu mengambil titik awal dari halaman Kantor Bupati Gorontalo.
Baca Juga: 20 Sertifikat Tanah Pemkab Bone Bolango Diserahkan, Kejari Kejar Target 100 Aset Bersertifikat
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur secara resmi melepas peserta sebelum mereka bergerak menuju kawasan Menara Pakaya.
Sesampainya di kawasan Menara Pakaya, para peserta mendapat sambutan dari Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mengemas peringatan hari besar keagamaan melalui pendekatan kreatif.
Islamic Fashion Carnival digelar atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo
bersama Srikandi Jaga Desa Kabupaten Gorontalo dan ABPEDNAS.
Konsepnya tidak hanya menonjolkan busana Islami, tetapi juga menghadirkan perpaduan antara unsur keagamaan, seni, dan budaya.
Ketua Srikandi Jaga Desa Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan melibatkan berbagai unsur agar peringatan Maulid Nabi terasa lebih dekat dan semarak.
“Islamic Fashion Carnival menjadi salah satu cara kita memeriahkan Maulid Nabi dengan kegiatan yang kreatif. Rangkaian perayaan juga dilengkapi lomba pawai kendaraan hias Islami,” tutur Maryam.
Menurut Maryam, nilai penting dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada
kemeriahan acara.
Pertemuan dan keterlibatan banyak pihak diharapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Tanggapi Kasus Perusakan Eks Kantor Pos Gorontalo,Fadli Zon Naik Vitam Videonya Viral
Ia juga berharap suasana kebersamaan yang tercipta selama karnaval dapat terus dibawa ke lingkungan masyarakat.
Dengan begitu, semangat Maulid Nabi tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana semangat kebersamaan ini terus hidup setelah kegiatan selesai. Kita ingin masyarakat semakin menjunjung nilai religius, hidup harmonis, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Selain Islamic Fashion Carnival, rangkaian Maulid Nabi di Kabupaten Gorontalo turut
dimeriahkan pawai kendaraan hias Islami yang melibatkan berbagai unsur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Venny Junus Anwar, jajaran pejabat daerah, serta tokoh organisasi masyarakat.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang