Perkuat Layanan Kesehatan, Dokter Gorontalo Ikuti Program PPDS Hospital-Based

Nur Fadilah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:11 WIB
Peluncuran seleksi program studi naru PPDS RSPPU Batch V sekaligus serah terima peserta PPDS Batch IV. Peluncuran dilakukan langsung Menkes Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta. ANTARA/HO-Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo
Peluncuran seleksi program studi naru PPDS RSPPU Batch V sekaligus serah terima peserta PPDS Batch IV. Peluncuran dilakukan langsung Menkes Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta. ANTARA/HO-Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo

 

GORONTALOPOST- Upaya memperkuat ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis di daerah terus dilakukan. Salah satunya melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based yang kini memasuki Batch V.

Sejumlah dokter dari Provinsi Gorontalo turut mengikuti program pendidikan spesialis tersebut melalui proses seleksi program studi baru yang diluncurkan dalam PPDS Hospital-Based Batch V. Kegiatan berlangsung di Auditorium Dr J Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S Otoluwa, mengatakan pendidikan dokter spesialis melalui skema Hospital-Based menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong pemerataan tenaga medis.

Menurut Anang, program tersebut lahir dari persoalan nyata yang masih dihadapi Indonesia, yakni keterbatasan jumlah dokter spesialis serta distribusi tenaga spesialis yang belum merata di berbagai daerah.

Hal tersebut, kata Anang, sejalan dengan penjelasan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai pentingnya memperluas akses pendidikan dokter spesialis melalui rumah sakit.

“Program ini menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga spesialis di daerah,” kata Anang.

Ia menilai, keberadaan program tersebut menjadi peluang bagi daerah seperti Gorontalo untuk mendapatkan tambahan tenaga dokter spesialis yang nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Dalam PPDS Batch IV, salah satu calon peserta dari Gorontalo, Siti Indhira Yanhi, mengikuti pendidikan spesialis Neurologi. Kehadirannya diharapkan dapat mengisi kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Gorontalo.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pendidikan dokter spesialis ini pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap masyarakat khususnya di Gorontalo," kata Anang.

Satu peserta yang mengisi kebutuhan dokter spesialis di Kabupaten Gorontalo tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memperluas pemerataan tenaga kesehatan di daerah.

54 Peserta Diserahkan ke Enam Rumah Sakit

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 54 peserta PPDS Batch IV diserahterimakan kepada enam Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk memulai pendidikan dokter spesialis di berbagai bidang keilmuan.

Para peserta akan menjalani pendidikan di sejumlah rumah sakit rujukan nasional. Rinciannya, sebanyak 10 peserta mengikuti program studi Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Kemudian, delapan peserta mengikuti program studi Ilmu Kesehatan Anak di RS Anak dan Bunda Harapan Kita. Selanjutnya, enam peserta mengikuti program studi Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais.

Sebanyak 10 peserta lainnya mengikuti program studi Ortopedi dan Traumatologi di RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso.

Sementara itu, 10 peserta mengikuti program studi Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo dan 10 peserta lainnya mengikuti program studi Neurologi di RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono.

Serah terima peserta PPDS Batch IV sekaligus peluncuran seleksi program studi baru PPDS berbasis rumah sakit Batch V diharapkan dapat semakin memperluas kapasitas rumah sakit sebagai pusat pendidikan dokter spesialis.

Pengembangan tersebut juga diarahkan agar tetap mengedepankan standar mutu serta kompetensi lulusan, sehingga dokter spesialis yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Perbanyak Rumah Sakit sebagai Pusat Pendidikan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pengembangan pendidikan dokter spesialis tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah peserta didik.

Menurutnya, perluasan juga harus dilakukan dengan menambah jumlah rumah sakit yang dapat menjadi pusat pendidikan dokter spesialis. Dengan demikian, kapasitas pendidikan dapat meningkat tanpa mengabaikan kualitas dan standar kompetensi.

“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” kata Menkes.

Melalui skema Hospital-Based, pemerintah berharap semakin banyak rumah sakit dapat berperan sebagai pusat pendidikan dokter spesialis. Langkah ini sekaligus diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis, terutama di daerah yang masih membutuhkan tenaga medis dengan keahlian tertentu.

Bagi Gorontalo, keterlibatan dokter dalam program tersebut menjadi peluang penting untuk memperkuat sumber daya manusia bidang kesehatan. Kehadiran dokter spesialis yang lebih merata diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas kesehatan di luar daerah.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
Batch V Dokter Spesialis