Kebutuhan 100 Ribu Rumah di Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi Ajak REI Perkuat Kolaborasi

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:13 WIB

 

Bupati Sofyan Puhi ketika meresmikan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin dan memimpin penanaman pohon di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto. (F:Diskominfo)
Bupati Sofyan Puhi ketika meresmikan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin dan memimpin penanaman pohon di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto. (F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO — Kabupaten Gorontalo masih menghadapi pekerjaan besar  dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. 

Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan rumah mencapai sekitar 100 ribu unit,  sehingga kolaborasi dengan pelaku usaha perumahan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemenuhannya.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi pun mendorong DPD Real Estate Indonesia (REI) 
Gorontalo mengambil peran lebih besar dalam pembangunan perumahan di daerah. 

Baca Juga: Jelang Musprov Kadin Gorontalo, Pengurus Kadin Demisioner Ajak Semua Pihak Redam Dinamika
Namun, pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah rumah,  melainkan juga memperhatikan lingkungan dan kebutuhan pendidikan keagamaan.

Pesan itu disampaikan Sofyan ketika meresmikan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin dan  memimpin penanaman pohon di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Senin 
(14/9/2026).

Agenda tersebut merupakan bagian dari Musyawarah Daerah (Musda) VII sekaligus 
Program Penanaman Sejuta Pohon DPD REI Gorontalo 2026. 

Kegiatan itu menjadi gambaran bahwa kontribusi REI mulai bergerak lebih luas, tidak  sebatas pembangunan hunian.

Sofyan mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, penanaman pohon di kawasan 
permukiman dan jalan protokol

dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan,  terutama dalam menangani persoalan lahan kritis. 

Sementara pembangunan pesantren dinilai memberikan manfaat langsung bagi penguatan  sarana pendidikan berbasis keagamaan.

“REI memiliki ruang yang luas untuk ikut mendukung pembangunan daerah. Selain 
memperbanyak hunian, perhatian terhadap lingkungan

dan pendidikan seperti yang  dilakukan saat ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutur Sofyan.

Baca Juga: Pelarian Terduga Pembunuh Terhenti di Boalemo, Ditangkap Setelah Diburu Polisi Pohuwato

Besarnya kebutuhan hunian, lanjut dia, tidak terlepas dari jumlah penduduk Kabupaten  Gorontalo yang mencapai sekitar 500 ribu jiwa. 

Mereka tersebar di 19 kecamatan dan 205 desa, dengan sekitar 200 ribu jiwa berada pada  kelompok usia produktif.

Mayoritas penduduk usia produktif tersebut bekerja di sektor pertanian, khususnya 
komoditas jagung. 

Kondisi ini menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk mendorong hadirnya program  perumahan yang dapat menyentuh kalangan petani, termasuk petani dari kelompok  generasi muda.

Sofyan mengatakan pemerintah akan terus membangun kerja sama dengan REI, bank  BUMN dan OPD terkait untuk mencari skema yang mampu mempercepat penyediaan  rumah. 

Salah satu arah yang didorong adalah program hunian untuk petani milenial agar generasi  muda memiliki alasan lebih kuat untuk kembali mengembangkan sektor pertanian.

Selain mendorong pembangunan baru, Pemkab Gorontalo juga telah menjalankan program  bantuan perumahan. 

Sebanyak 3.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah disalurkan 
melalui kementerian terkait. Pemerintah daerah turut memberikan dukungan berupa  pembebasan biaya sertifikat BPN serta kemudahan biaya IMB/PBG.

Baca Juga: Fikal Uloli Rebut Ketua KADIN Bone Bolango, Kalahkan Muhamad Risky Ahmad dengan Skor 20-10

Di tingkat pusat, Wakil Ketua Umum DPP REI Ir. Arif Mone menilai pembangunan 
perumahan harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan manusia dan lingkungan.

“Rumah hanyalah salah satu bagian dari konsep yang lebih besar. Perumahan harus 
mampu menghadirkan lingkungan yang baik dan mendukung kualitas kehidupan 
masyarakat. Dari sanalah pembangunan peradaban dimulai,” ungkap Arif.

Ia secara khusus menyoroti pembangunan Pondok Pesantren Ahwalussalikhin di 
Kelurahan Bulota. 

Menurut Arif, keterlibatan DPD REI Gorontalo dalam menginisiasi sekaligus membina  pesantren tersebut merupakan sesuatu yang berbeda dibandingkan praktik yang selama ini  ia temui di daerah lain.

Arif menyebut pesantren tersebut sebagai pilot project dan mengungkapkan bahwa selama  berkeliling Indonesia,

baru DPD REI Gorontalo yang menginisiasi sekaligus menjadi  pembina langsung sebuah pondok pesantren secara organisasi.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan bagi DPD REI Gorontalo untuk  semakin kuat dalam mengayomi anggota,

memperluas kontribusi sosial, sekaligus  mendorong pembangunan sektor perumahan di Gorontalo dan tingkat nasional.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo PETANI rumah Sofyan Puhi BSPS