Kekeringan Meluas, Bupati Sofyan Puhi Minta BPBD Satu Komando Atur Distribusi Air Bersih

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:41 WIB

 

Tak hanya fokus pada dua persoalan tersebut, Bupati  Sofyan juga mengingatkan jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir (F:Prokopim)
Tak hanya fokus pada dua persoalan tersebut, Bupati Sofyan juga mengingatkan jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir (F:Prokopim)

Gorontalopost, LIMBOTO — Persoalan kekeringan di Kabupaten Gorontalo menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gorontalo. 

Bupati Sofyan Puhi meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kekeringan menyatukan langkah, terutama dalam penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Sofyan menekankan agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di sejumlah lokasi. 

Baca Juga: Dari Boalemo ke Jakarta, Sulaman Karawo Bersinar di Fashion Show Kriya Nusa 2026

Pemerataan harus menjadi perhatian sehingga warga di berbagai wilayah terdampak  memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan.

Hal tersebut disampaikan saat Sofyan memimpin rapat evaluasi penanganan kekeringan  dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo,  Selasa (29/9/2026).

Dalam evaluasi tersebut, BPBD diminta mengambil peran sebagai pusat koordinasi  distribusi air bersih. Lembaga itu harus mengatur pergerakan armada dengan melibatkan  PDAM, PMI, Badan Wilayah Sungai (BWS), TNI dan Polri.

Sofyan meminta data mengenai lokasi terdampak diperbarui secara akurat. Data tersebut  nantinya menjadi dasar untuk menentukan tujuan pengiriman setiap armada air.

“Yang paling penting adalah data lokasi yang benar dan koordinasi antarinstansi. Semua  pihak harus mengetahui wilayah yang sudah dilayani dan yang belum agar tidak terjadi  penumpukan bantuan di tempat yang sama,” tegasnya.

Menurut dia, tanpa koordinasi yang terpusat, potensi terjadinya pelayanan berulang akan  semakin besar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sumber daya yang terbatas tidak  terdistribusi secara optimal.

Karena itu, jadwal pengiriman air dan cakupan wilayah pelayanan diminta terus dipantau  serta dievaluasi berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.

Baca Juga: Gudang Warga Ipilo Dibobol, 3 Pelajar Diamankan URC Resmob Polresta Gorontalo Kota

Persoalan lain yang muncul dalam rapat adalah kondisi armada. Sejumlah kendaraan  tangki yang dimiliki BPBD, PDAM dan Dinas Sosial mengalami kerusakan maupun  gangguan teknis sehingga perlu mendapat perhatian untuk mendukung kelancaran  distribusi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga memperkuat status penanganan  bencana. Sofyan menyetujui perpanjangan SK Tanggap Darurat dengan cakupan  penanganan kekeringan dan karhutla.

Posko Bencana di BPBD akan menjadi pusat penanganan dan koordinasi di lapangan.

Tak hanya fokus pada dua persoalan tersebut, Sofyan juga mengingatkan jajarannya untuk  bersiap menghadapi kemungkinan banjir. Sarana pendukung seperti dapur umum dan  perahu karet diminta diperiksa sejak dini.

“Peralatan yang berkaitan dengan penanganan darurat harus dipastikan siap pakai. Jangan  menunggu bencana terjadi baru dilakukan pengecekan,” ujar Sofyan.

Langkah antisipasi tersebut diharapkan membuat pemerintah daerah lebih siap  menghadapi perubahan kondisi bencana, baik kekeringan, karhutla maupun potensi banjir.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
kekeringan gorontalo distribusi Bupati Gorontalo air bersih Sofyan Puhi