Gorontalopost, LIMBOTO — Bagi pengemudi bentor dan ojek, biaya BBM menjadi salah satu pengeluaran yang langsung bersentuhan dengan pendapatan harian.
Karena itu, program Voucher BBM Gratis Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali dilanjutkan setelah evaluasi menunjukkan belum seluruh penerima memperoleh bantuan.
Baca Juga: Lubang Ambulans Popayato Barat Disasar Polisi, 4 Ekskavator PETI Diamankan Bersama 5 Orang Termasuk
Hingga September 2026, tercatat 643 dari 971 pengemudi yang telah diverifikasi menerima voucher BBM gratis. Persentase penyalurannya mencapai 64,26 persen.
Evaluasi program tersebut dipimpin Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Pada tahap pertama, setiap penerima memperoleh 15 liter BBM. Total dana yang digunakan mencapai Rp96,45 juta,
dengan penyaluran dilakukan melalui lima SPBU yang berada di kawasan Limboto, Limboto Barat, Telaga dan sekitarnya, Tabongo, serta Batudaa.
Meski mayoritas penerima sudah mendapatkan bantuan, masih ada 19 orang yang belum terlayani.
Mereka diketahui berada di luar daerah Gorontalo atau sedang bekerja di wilayah pertambangan sehingga belum dapat mengambil bantuan sesuai mekanisme penyaluran.
Pemerintah daerah kemudian menyiapkan skema lanjutan melalui APBD Perubahan dengan target seluruh 971 penerima.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp146,3 juta. Dari jumlah tersebut, 643 pengemudi akan kembali menerima 10 liter BBM dengan alokasi Rp 64,3 juta.
Bantuan ini direncanakan disalurkan pada momentum HUT Kabupaten Gorontalo November mendatang.
Baca Juga: Sofyan Puhi Sentil OPD Gorontalo, Jangan Biarkan Tekanan Fiskal Bikin Pelayanan Stagnan
Khusus 328 pengemudi di wilayah Boliyohuto dan sekitarnya, pemerintah menyiapkan bantuan 25 liter BBM per orang dengan total anggaran Rp 82 juta.
Penyalurannya ditargetkan berlangsung Oktober 2026 melalui delapan SPBU, yaitu Hepuhulawa, Luhu, Ulapato, Padengo, Isimu, Bolihuangga, Parungi, dan Molohu.
Tonny menegaskan evaluasi bukan sekadar untuk melihat capaian penyaluran, tetapi juga menjadi bahan perbaikan agar program berikutnya lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang